Berita7.co.id — Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberadaan sosok pemimpin yang menghasut kerusuhan dan menyebutnya sebagai “pemimpin pengkhianat” dalam pidatonya di puncak Hari Koperasi Nasional, Minggu (12/7), di Indonesia Arena, GBK, Jakarta.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan itu sebagai dorongan untuk menciptakan suasana politik yang teduh tanpa ketegangan dan provokasi. Menurut Saleh, pesan Prabowo jelas: pihak yang kalah tidak perlu mengajak orang lain untuk membuat kekacauan.
“Pesannya jelas. Kalau kemarin kalah, tidak perlu mengajak orang lain untuk ribut. Santai saja. Kalau nanti pas waktunya, silahkan ikut lagi,” kata Saleh kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Saleh mengingatkan perjalanan politik Prabowo yang menurutnya sejumlah kali mengalami kekalahan namun tak pernah berhenti maju hingga mencapai keberhasilan.
“Presiden Prabowo di banyak kesempatan sudah berulang kali menceritakan perjalanan karir politiknya. Walau beberapa kali kalah, langkahnya tidak pernah surut. Terus maju hingga akhirnya berhasil,” tambahnya.
Menurut Saleh, kondisi konstalasi politik nasional saat ini sangat baik dan kondusif. Dinamika yang muncul di bidang politik, ekonomi, dan penegakan hukum harus ditangani dengan ketenangan.
“Ada masanya berkompetisi, ada masanya kerja sama. Kalau sekarang, masanya kerja sama. Yang dulu berseberangan waktu pemilu, sekarang malah boleh saling bahu-membahu dalam pembangunan,” ucapnya.
Saleh mengaku tidak dapat memastikan siapa yang sedang disentil oleh Prabowo terkait sebutan “pemimpin pengkhianat”. Ia mengajak semua pihak menjadikan pernyataan itu sebagai tolok ukur moral dan akhlak.
“Anggap damai aja. Tidak perlu tafsir terlalu lebar. Apalagi maksud presiden itu hanya mengajak agar semua ikut terlibat dan berpartisipasi,” tegasnya.
Di acara yang sama, Prabowo menekankan bahwa perbedaan partai adalah hal wajar. Namun ia juga mengkritik pihak yang menurutnya menganjurkan gerakan untuk “bakar-bakar” di republik ini.
Prabowo awalnya berbicara tentang upaya pemberantasan korupsi dan penertiban BUMN di bawah kepemimpinannya, lalu menyatakan sikap terhadap dinamika politik antarpartai.
“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menegaskan dukungan terhadap siapa pun yang menang pada pemilu dan mengingatkan agar pihak yang kalah tidak menganjurkan tindakan merusak.
“Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.
Ikuti Berita7.co.id
