Berita

Oknum ASN di Tuban Diduga Aniaya 4 Karyawan SPBU, Sempat Ucapkan ‘Kamu Tak Tahu Siapa Aku’

Advertisement

Sebuah insiden kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial J terhadap empat karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Parengan, Tuban, Jawa Timur, terekam kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (7/2/2026) malam di SPBU Jalan Cokrokusumo, Desa Parangbatu.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku J datang ke SPBU tersebut menggunakan mobil hitam bersama seorang penumpang yang juga merupakan pegawai kecamatan. Saat hendak mengisi bahan bakar, posisi mobil pelaku diketahui tidak berada pada jalur antrean yang benar. Operator SPBU berinisial F, yang sedang mengecek stok menggunakan dipstick manual sebelum melayani motor matik yang sudah mengantre di depan mobil pelaku, menjadi sasaran pertama.

Tanpa alasan yang jelas, pelaku J turun dari mobilnya dan langsung melakukan kekerasan. Korban bernama Ferdi menceritakan, “Tanpa tahu sebabnya, rambut saya ditarik (dijambak) berulang kali. Padahal posisi saya sedang melayani motor yang memang sudah antre di depan dia.”

Aksi Makin Beringas dan Ancaman Pelaku

Upaya pelerai dari rekan kerja F tidak membuat pelaku J berhenti. Mandor SPBU, Ali Nasroh, yang mencoba menanyakan duduk perkara justru dipukul di bagian perut. Di hadapan Ali, pelaku J sempat melontarkan kalimat gertakan yang menunjukkan arogansinya, “Kamu tidak tahu siapa aku?” demikian kata Ferdi saat ditemui di lokasi kejadian.

Advertisement

Klarifikasi Camat Parengan

Camat Parengan, Darmadin Noor, membenarkan bahwa pria berinisial J yang terekam dalam video tersebut adalah pegawainya yang bertugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sekaligus sopir pribadinya. Meskipun demikian, Camat Darmadin menyatakan niat untuk menempuh jalur damai.

“Saya baru dikabari kemarin. Kejadian di pom sudah saya konfirmasi ke yang bersangkutan dan akan diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan,” terang Darmadin saat dimintai konfirmasi.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan publik terkait tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum ASN, serta pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam pelayanan publik.

Advertisement