Newcastle United harus tersingkir dari semifinal Piala Liga Inggris setelah kalah 1-3 dari Manchester City di Etihad Stadium, Kamis (05/02/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menyoroti keraguan terhadap gaya bermain The Magpies yang dinilai belum jelas oleh mantan pemain Manchester City, Micah Richards.
Dominasi Manchester City dan Gol Cepat
Pertandingan leg kedua semifinal Piala Liga Inggris ini berjalan timpang sejak awal. Manchester City berhasil unggul tiga gol di babak pertama melalui brace Omar Marmoush dan satu gol Tijjani Reijnders. Newcastle United hanya mampu membalas satu gol melalui Anthony Elanga di akhir pertandingan.
Secara statistik, Newcastle United didominasi oleh Manchester City. Data dari Whoscored mencatat The Toon Army hanya mampu melepaskan 12 tembakan, dengan tujuh di antaranya berasal dari open play.
Analisis Micah Richards: Identitas Permainan yang Hilang
Mantan pemain Manchester City, Micah Richards, melontarkan kritik tajam terhadap gaya bermain Newcastle United. Ia menilai bahwa pemilihan pemain yang dilakukan oleh manajer Eddie Howe belum tepat dan membuat identitas permainan tim menjadi kabur.
“Secara garis besar, masalahnya adalah Newcastle tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Richards kepada BBC.
Richards secara spesifik menyoroti performa Nick Woltemade. “Menurut saya, Nick Woltemade adalah pemain yang bagus, tetapi dia tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkan Newcastle,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Saat berada dalam performa terbaiknya, Newcastle bermain agresif dan mengandalkan serangan balik. Namun, ketika tim melakukan transisi ke depan, Woltemade justru tidak terlihat perannya.”
Lebih lanjut, Richards menekankan pentingnya Newcastle menemukan identitas permainan mereka. “Permainan mulai terasa lebih bertenaga ketika Wissa masuk, tetapi Newcastle benar-benar harus menentukan identitas permainan mereka. Jika mereka tetap ingin memasang Woltemade di lini depan, mereka harus mencari cara agar dia bisa lebih terlibat dalam permainan,” pungkasnya.
Kekalahan ini memastikan Manchester City melaju ke final Piala Liga Inggris untuk menantang Arsenal.






