Sepakbola

Michael Carrick Tak Sangka Dipecatnya Amorim, Ungguli Solskjaer Jadi Manajer Interim MU

Advertisement

Jakarta – Michael Carrick mengaku terkejut dengan penunjukannya sebagai manajer interim Manchester United. Ia bahkan tidak mengetahui bahwa Ruben Amorim akan dipecat dari jabatannya.

Carrick, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai manajer sementara pada tahun 2021, kini dikontrak hingga Juni 2026 untuk mengisi paruh kedua musim ini. Debut manisnya sebagai manajer interim diwarnai kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam Derby Manchester di Liga Inggris pada Sabtu (17/1).

Dalam wawancara dengan BBC, Carrick mengungkapkan bahwa ia sering menonton langsung pertandingan Manchester United di Old Trafford sebagai pemegang tiket musiman. “Saya sudah banyak menonton langsung di stadion, karena saya, memiliki tiket musiman. Jadi saya sekeluarga datang ke banyak pertandingan Man United akhir-akhir ini. Saya mengenal para pemain dan memiliki pandangan sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Setiap orang memiliki pendapat dan ada insting masing-masing. Itu bisa berjalan bagus, jika saya yang benar-benar harus bertindak untuk mengatasinya.”

Setelah pemecatan Ruben Amorim, Darren Fletcher sempat mengisi posisi manajer sebelum Manchester United memutuskan untuk memilih antara dua kandidat, termasuk Ole Gunnar Solskjaer. Namun, Michael Carrick akhirnya dipilih karena dinilai mampu menerapkan permainan menyerang dan melakukan adaptasi taktis yang dibutuhkan.

Advertisement

Di Middlesbrough, Carrick terbukti berhasil mengubah skema permainan menjadi formasi 4-2-3-1. Kemampuannya dalam melakukan transisi taktis serupa diharapkan dapat diterapkan di Old Trafford, menggantikan formasi 3-4-3 ala Amorim.

Meskipun Ole Gunnar Solskjaer juga berminat untuk kembali melatih, para petinggi klub lebih memilih Carrick yang dianggap lebih muda dan memiliki kesempatan untuk membuktikan diri hingga akhir musim. Mengingat Manchester United dipastikan nirgelar, target finis empat besar menjadi fokus utama.

Carrick sendiri tidak menyangka bisa mengungguli Solskjaer dalam perebutan posisi manajer interim ini. Tantangan berat menanti, Manchester United akan bertandang ke kandang Arsenal pada 25 Januari mendatang.

“Konsistensi adalah kunci kesuksesan dari segalanya. Jika Anda dapat menemukannya, maka Anda akan meraih kemenangan. Itulah tantangan kami. Kami harus menemukan cara untuk melakukannya,” tutup Carrick.

Advertisement