— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) secara inklusif untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku UMKM serta mengakselerasi transformasi digital nasional.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai AI kini menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (8/7/2026).

Menurut Maman, meski tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92%, lebih dari 90% pelaku UMKM belum memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dalam menjalankan usahanya. Kesenjangan ini, lanjutnya, perlu dijawab lewat intervensi pemerintah dan kolaborasi dengan komunitas digital.

“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” kata Maman.

SAPA UMKM Jadi Basis Data dan Superapp Publik

Untuk mempercepat transformasi digital, kementerian memperkenalkan SAPA UMKM, sebuah platform yang dirancang menjadi basis data tunggal sekaligus superapp pelayanan publik bagi pelaku UMKM.

Melalui SAPA UMKM, berbagai program prioritas pemerintah akan diintegrasikan dalam satu ekosistem, termasuk Program Kesejahteraan (PRO-KESRA), Holding UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemitraan, hilirisasi, formalisasi usaha, serta layanan pendidikan, pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran.

Integrasi ini ditujukan agar layanan kepada pelaku UMKM lebih tepat sasaran, mudah diakses, dan mampu menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah.

Insentif dan Kolaborasi Untuk Memperluas Akses

Sebagai bagian penguatan ekosistem digital, kementerian meluncurkan kebijakan potongan biaya layanan (fee) marketplace sebesar 50% bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Potongan ini berlaku dengan syarat pelaku UMKM melakukan onboarding ke dalam sistem SAPA UMKM agar proses pembinaan dan perlindungan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Selain itu, kementerian menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan inkubator bisnis yang nantinya terintegrasi dengan jaringan SAPA UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas digital, dan dunia usaha diharapkan dapat memperluas akses terhadap teknologi serta menghasilkan pelaku UMKM yang lebih adaptif dan inovatif.

Maman menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penguatan narasi besar mengenai keadilan ekonomi dan keadilan sosial agar kesenjangan antara pelaku usaha besar dan UMKM terus dipersempit.

“Kita berharap pada era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo ini, UMKM bisa semakin dirapikan agar semakin banyak yang naik kelas dan tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha besar. Tentunya, ini akan ikut mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial di daerah,” ujar Maman.

Dengan pemanfaatan AI yang semakin inklusif serta ekosistem digital yang terintegrasi, pemerintah berharap transformasi teknologi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan pertumbuhan UMKM sebagai kekuatan utama perekonomian nasional.