— Jakarta — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan koperasi harus kembali menjadi soko guru perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi. Ferry menegaskan kementeriannya akan berperan sebagai aparatur ideologis untuk meneruskan cita-cita tokoh koperasi serta gagasan Presiden agar koperasi kembali menjadi penopang utama ekonomi.

Komitmen Penguatan Koperasi

Ferry menyebut penguatan koperasi telah dimasukkan ke dalam program visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyatakan undang-undang perkoperasian yang berlaku saat ini sudah usang dan perlu pembaruan.

“Sehingga dengan UU yang baru ini diharapkan bisa menjadi payung hukum yang kuat bagi gerakan koperasi di Indonesia,” kata Ferry dalam sambutannya.

Respons Presiden

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional. Ia mengatakan penguatan koperasi tidak berarti melemahkan unsur ekonomi lain.

“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!” ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat tumbuh kuat dan mandiri di segala lini ekonomi. Ia juga menanggapi pihak yang meragukan masa depan bangsa dengan menantang mereka yang pesimis untuk mempertimbangkan pindah ke negara lain.

“Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.