Berita7 — Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan visi Presiden Prabowo Subianto agar perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan muncul dari desa-desa.
Langkah itu diwujudkan lewat pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia, dengan tujuan menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi.
“Sekarang peredaran uang itu digelontorkan ke desa-desa dan kemudian masyarakat desa tidak lagi hanya sekadar sebagai objek ekonomi, bukan lagi sekadar sebagai penerima manfaat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (16/7).
Ferry menjelaskan pembukaan akses permodalan secara masif ditujukan agar warga pedesaan tidak lagi hanya menerima bantuan, melainkan benar-benar berdaya.
“Sekarang dibukakan akses permodalan, tidak lagi masyarakat di desa dan kelurahan hanya menerima sedekah, tapi mereka diberikan akses permodalan. Yang ini menjadi pertama kalinya oleh Bapak Presiden, logika ini yang oleh Bapak Presiden saya ulangi sampaikan, kita tidak percaya ada teori yang mengatakan pertumbuhan ekonomi yang hanya menghasilkan beberapa ratus konglomerat itu akan bisa memunculkan trickle down effect, teorinya itu netes ke bawah,” jelasnya.
Ferry menegaskan komitmen pemerintah ini diyakini dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat di pedesaan.
“Dan oleh karena itu karena presiden sudah berkuasa, beliau sekarang ingin agar semua sumber daya, alokasi sumber daya otoritatif yang dimiliki oleh negara sekarang diluncurkan di desa-desa, di kelurahan agar masyarakat desa dan kelurahan kembali punya wibawa, kehormatan dinaikkan derajatnya dan nanti setelah itu baru pertumbuhan ekonomi itu muncul di desa-desa dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional mencapai insyaallah 8 persen,” tegas Ferry.
Tujuan Operasional KDKMP
Ferry merinci lima tujuan operasional KDKMP sebagai langkah konkret pemerintah melindungi dan memberdayakan masyarakat di pelosok.
Prioritas pertama adalah penyaluran subsidi langsung kepada lapisan masyarakat paling bawah melalui koperasi di desa dan kelurahan.
“Karena Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini tujuannya arahan Bapak Presiden yang pertama, bisa mendistribusikan barang-barang subsidi (gas, beras, minyak, pupuk) langsung ke masyarakat yang paling terbawah melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ungkapnya.
Prioritas berikutnya adalah mendekatkan akses layanan kesehatan, meski sederhana, agar terjangkau bagi warga desa.
“Kemudian tujuan yang kedua, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih memberikan layanan gerai, obat, dan klinik, meskipun sederhana, agar layanan kesehatan bagi masyarakat di desa-desa dan kelurahan bisa terjangkau dengan harga yang terjangkau,” tutur Ferry.
Di bidang keuangan, KDKMP diharapkan menjadi alternatif terhadap utang ilegal yang membebani masyarakat kecil.
“Yang ketiga, tujuan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih karena ada kegiatan micro finance, itu membebaskan masyarakat desa, masyarakat kelurahan, membebaskan mereka dari jeratan rentenir, membebaskan mereka dari jeratan pinjol, dan utang dan lain sebagainya,” sambungnya.
Selain akses pembiayaan, koperasi ini dirancang untuk menyerap produk lokal, termasuk hasil pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, dan produk UMKM setempat.
“Kemudian juga akan menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini bertujuan untuk bisa menyerap seluruh hasil produk masyarakat desa. Apakah itu tanaman pangan, peternakan, perikanan, kerajinan dan apa pun. Termasuk juga produk-produk UMKM lokal,” tambah Ferry.
Terakhir, KDKMP akan dilengkapi fasilitas logistik untuk mempercepat arus barang dari dan ke desa-desa.
“Dan juga menyediakan sarana logistik untuk mempercepat arus mobilitas barang dari desa keluar ataupun dari luar ke desa-desa. Sehingga ini akan memiliki nilai yang apakah nilai ibadah, nilai moral dan insyaallah kita diberikan kesempatan oleh sejarah, kita punya andil yang terbaik untuk bisa menjadikan ini ladang amal yang terbaik juga untuk kita semua. Makasih,” tutup Ferry.
Ikuti Berita7
