— Sebuah tanaman yang memiliki kemiripan visual dengan bunga bangkai menarik perhatian warga di Kranji, Kota Bekasi. Tanaman unik ini tumbuh di pekarangan rumah dan menjadi objek keingintahuan.

Tanaman tersebut, yang sekilas tampak seperti bunga bangkai, memiliki kelopak besar dengan batang bunga yang menjulang. Namun, berbeda dengan bunga bangkai, tanaman ini tidak mengeluarkan bau busuk dan ukurannya tidak terlalu tinggi.

Pemilik tanaman, Warsini, menjelaskan bahwa tanaman tersebut sebenarnya adalah pohon Suweg. Bibitnya dibawa oleh suaminya, Juari, dari kampung halaman mereka di Pacitan, Jawa Timur, dan kemudian ditanam di pekarangan rumah.

Apa Itu Tanaman Suweg?

Berdasarkan informasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Kementan RI), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) adalah tanaman yang dikenal dengan batang berbelang-belang unik dan daun menjari. Di bawah tanah, Suweg menyimpan umbi besar yang dapat dikonsumsi.

Ciri khas Suweg terletak pada bunganya yang eksotis. Saat daunnya mulai layu, umbi Suweg dapat memunculkan bunga dengan kelopak lebar berwarna merah marun keunguan dan bagian tengah (tongkol) berwarna kuning pucat.

Suweg masih berkerabat dekat dengan Bunga Bangkai (Amorphophallus). Saat mekar, bunga ini mengeluarkan aroma yang kurang sedap untuk menarik serangga penyerbuk. Karena penampilannya, Suweg terkadang disalahartikan sebagai Rafflesia.

Manfaat dan Kandungan Nutrisi Suweg

Selain aman dan enak untuk dikonsumsi, umbi Suweg ternyata menyimpan berbagai nutrisi yang menjadikannya sebagai salah satu ‘superfood’ lokal.

Salah satu keunggulan Suweg adalah indeks glikemiknya yang rendah, yaitu sekitar 50. Hal ini berarti karbohidrat dalam Suweg dicerna secara perlahan oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis setelah makan. Ini menjadikannya pilihan yang baik bagi penderita diabetes.

Suweg juga kaya akan serat glukomanan. Serat ini memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga sangat cocok bagi mereka yang sedang menjaga asupan makanan atau ingin meningkatkan kesehatan pencernaan.

Cara Mengolah Suweg Agar Aman Dikonsumsi

Meskipun memiliki status ‘superfood’ dan ramah bagi penderita diabetes, Suweg mentah mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit dan mulut. Namun, tantangan ini dapat diatasi dengan cara pengolahan yang tepat.

Kunci utamanya adalah pada proses pencucian dan perendaman. Umbi Suweg sebaiknya diiris tipis, lalu direndam dalam air garam sebelum direbus atau dikeringkan. Dengan cara ini, rasa gatal akan hilang sepenuhnya, dan umbi siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Secara tradisional, Suweg biasanya hanya direbus dan dinikmati sebagai pendamping minuman hangat. Saat ini, Suweg yang telah dikeringkan dapat diolah menjadi tepung. Karena tepung Suweg secara alami bebas gluten, ia sangat cocok dan aman untuk digunakan dalam berbagai kreasi kuliner, mulai dari brownies, aneka kue kering (cookies), hingga dicampurkan ke dalam adonan mie.