Berita7 — YOGYA – Suasana ujian proposal tesis di Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mendadak berbeda. Yogi Fajar Darmawan, seorang mahasiswa, memilih tampil mencolok dengan mengenakan kostum lengkap Kamen Rider Black di hadapan para penguji.
Aksi nyentrik Yogi ini segera menjadi perbincangan hangat dan menyebar viral di berbagai platform media sosial. Namun, di balik penampilannya yang unik, terdapat latar belakang akademis yang kuat terkait dengan fokus penelitian tesisnya.
Yogi menjelaskan bahwa motivasi awalnya berasal dari pengalaman pribadinya sebagai seorang cosplayer. Ia seringkali menghadapi pandangan negatif, seperti dianggap kekanak-kanakan, belum dewasa, atau terlalu berkhayal. Bahkan, ia pernah disalahpahami sebagai pengamen saat mengenakan kostum Kamen Rider.
Pengalaman serupa juga ia alami ketika memerankan karakter Kiryu Kazuma dari serial gim Yakuza. Dalam salah satu penampilannya, ia mengikuti koreografi karakter yang melibatkan adegan membuka baju untuk memperlihatkan tato naga di punggungnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari penghayatan karakter di kalangan cosplayer.
Namun, bagi masyarakat yang kurang memahami budaya cosplay, tindakan tersebut dianggap tidak sopan karena dilakukan di tempat umum. Pengalaman-pengalaman inilah yang mendorong Yogi untuk menjadikan stigma terhadap cosplayer sebagai topik penelitian tesisnya. Ia juga menemukan bahwa banyak anggota komunitas cosplay di Bandar Lampung mengalami perlakuan serupa.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.