— Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Robert Joppy Kardinal, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Barat Daya. Acara ini diselenggarakan di Aimas Convention Centre, Kabupaten Sorong, pada hari ini.

Dalam sambutannya, Robert Joppy Kardinal menekankan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah sarana penting untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Kompetisi ini bertujuan agar para peserta dapat lebih memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Keberagaman dan Persatuan

Terkait pemahaman dan implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR, Robert menggarisbawahi dua hal krusial yang perlu dipegang oleh peserta di Papua. Pertama adalah ungkapan lokal yang hidup di masyarakat Papua, yaitu “satu tungku banyak batu”. Ungkapan ini merepresentasikan pentingnya saling menopang dan mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.

“Indonesia berdiri bukan karena memiliki kesamaan, melainkan karena adanya kesepakatan untuk hidup dalam keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, adat, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa sesuai nilai-nilai Empat Pilar MPR RI,” jelasnya pada Sabtu (18/7/2026).

Meneladani Perjuangan Pahlawan

Kedua, Robert mengajak generasi muda untuk meneladani perjuangan para pahlawan nasional, termasuk pahlawan asal Papua seperti Frans Kaisiepo. Keberanian beliau dalam mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Papua menjadi simbol harga diri bangsa dan harapan akan persatuan.

Menurut Robert, peserta LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat Daya yang berhasil memadukan nilai-nilai filosofis masyarakat Papua dengan keteladanan para pahlawan bangsa akan tumbuh menjadi calon pemimpin yang berkarakter kuat dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Indonesia.

Lebih lanjut, Robert menambahkan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan investasi kebangsaan yang sangat berharga, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme.

Persiapan Menuju Final Nasional

Robert mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, menjunjung tinggi kejujuran, dan membawa nama baik Papua Barat Daya hingga ke tingkat nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya mencintai daerah asal sebagai langkah awal untuk mencintai Indonesia, serta menjaga persaudaraan dan persatuan sebagai modal utama pembangunan bangsa.

Penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian kompetisi nasional yang melibatkan seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan yang telah dimulai sejak 31 Maret 2026 ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Tim terbaik dari setiap provinsi akan diadu dalam grand final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Agustus 2026. LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat Daya diikuti oleh sembilan sekolah menengah atas dan sederajat. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMAN 3 Kota Sorong, SMAS Averos Kota Sorong, MAN Kota Sorong, SMAN 2 Kabupaten Sorong, SMAN 5 Kabupaten Sorong, SMK Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong, SMKN 1 Kabupaten Sorong, SMAN 2 Kota Sorong, dan SMKN 2 Sorong.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Dapil Provinsi Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor, S.IP, CM., NNLP; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, S.H., M.Si; Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Dr. Wachid Nugroho, S.IP., M.IP; serta para guru pendamping dari sekolah peserta.

Dewan juri yang bertugas dalam kompetisi ini terdiri dari Lektor Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Nursalim, M.Pd; Dosen/Lektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Firman, M.Pd; dan Dosen/Lektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Yoga Andriyan, M..I.P.