— Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan Panitia Kerja (Panja) akan hadir langsung untuk mengawasi penanganan tiga perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Habiburokhman memimpin Panja tersebut.

“Ya, kita akan mengawasi langsung,” kata Habiburokhman di kompleks Senayan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Ia menegaskan Panja siap hadir saat pemeriksaan maupun penggeledahan untuk memastikan proses berjalan transparan.

Tujuan Pengawasan Panja

Habiburokhman mengatakan kehadiran Panja dimaksudkan agar tidak muncul fitnah terkait proses penyidikan. “Ya, betul, betul. Hadir. Biar tidak ada fitnah, jangan sampai ada uang yang ditukar lah ya, kan? Jangan-jangan batangan emasnya ditukarkan dengan isinya cokelat, begitu kan,” ujarnya.

Kesepakatan pembentukan Panja disampaikan dalam rapat khusus Komisi III di gedung DPR pada Sabtu (11/7). Seluruh fraksi di Komisi III menyatakan dukungan terhadap pembentukan panja tersebut.

Status Perkara dan Pelimpahan

Kortas Tipikor Polri telah menetapkan Febrie Adriansyah dan Don Ritto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang kini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. “Pada satu titik kita telah melaksanakan gelar perkara dan berdasarkan gelar perkara, kita telah menetapkan dua tersangka,” kata Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto saat konferensi pers di Kejagung, Sabtu (11/6).

Plt Jampidsus Rudi Margono turut menerima pelimpahan tiga perkara korupsi dari Kortas Tipikor. “Informasinya sudah ditetapkan dua tersangka, yaitu swasta. Yang kedua adalah berinisial F,” kata Margono.

Lokasi Penggeledahan dan Barang Bukti

Polisi melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, antara lain money changer, Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dan sebuah rumah di Bogor, Jawa Barat. Dalam proses penggeledahan itu, polisi menyita barang bukti berupa batangan emas hingga valuta asing senilai miliaran rupiah.

Perhatian Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengusutan kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel mendapat atensi Presiden Prabowo. “Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan,” ujar Budi seusai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Rabu (8/7).

Budi menambahkan penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan dalam rangka mencari dan mengumpulkan barang bukti. Ia menyebut penyidikan mencakup dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait kasus batu bara yang sempat memicu blackout di Sumatera, ASABRI, dan Krakatau Steel.