Berita7 — Seorang anak berusia tiga tahun di wilayah Kasemen, Kota Serang, Banten, diduga mengalami kecanduan rokok. Kondisi ini membuat orang tuanya merasa kewalahan dan akhirnya meminta bantuan untuk pengobatan.
Dalam sebuah video yang beredar, tampak anak kecil tersebut memegang sebatang rokok yang masih menyala. Ia kemudian mengisap rokok itu dan mengembuskan asapnya. Terdengar pula suara orang-orang di sekitarnya yang justru mendorong anak itu untuk mengembuskan asap.
Kepala Rumah Singgah Fesbuk Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa pihaknya telah dihubungi oleh orang tua anak tersebut. Mereka berharap anaknya bisa kembali sehat, namun terkendala biaya. “Keluarga menghubungi Relawan Fesbuk Banten untuk meminta pendampingan. Orang tua mengaku telah berupaya melarang dan mengawasi anak, namun belum berhasil. Keterbatasan biaya juga membuat keluarga belum dapat mengakses layanan pendampingan psikolog secara mandiri,” ujar Lulu, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Lulu, kecanduan rokok ini telah berlangsung sekitar tiga bulan. Awalnya, sang anak meniru kebiasaan orang-orang di sekitarnya. “Anak mengambil puntung rokok yang masih menyala, lalu mengisapnya. Seiring waktu, kebiasaan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi ketika menemukan puntung rokok yang masih tersisa,” jelas Lulu.
Relawan Fesbuk Banten bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten telah mendatangi rumah anak tersebut di Kampung Kenari, Kasemen. Petugas telah melakukan asesmen awal terhadap anak itu.
“Keluarga menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan kebiasaan tersebut, mulai dari menegur, melarang, hingga memperketat pengawasan. Namun, pada usia dini anak berada dalam fase meniru perilaku yang dilihat setiap hari, sehingga kebiasaan tersebut masih berulang,” katanya.
Lulu menambahkan bahwa pihaknya bersama dengan dinas terkait akan mendampingi anak tersebut hingga pulih dari ketergantungan merokok. “Hasil asesmen ini akan menjadi dasar pendampingan lanjutan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Ikuti Berita7
