Berita

Kapolri Ungkap SPPG Polda Metro Jaya Punya Ekosistem Pangan: Tambak Ikan hingga Kandang Ayam

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa sejumlah Rumah Sakit Polisi (SPPG) Polri telah dilengkapi fasilitas untuk menunjang kemandirian pangan. Salah satu contoh yang disampaikannya adalah SPPG Polda Metro Jaya yang memiliki ekosistem pangan terintegrasi, mulai dari tambak ikan hingga kandang ayam.

Ekosistem Pangan Terpadu di SPPG Polda Metro Jaya

“Dalam rangka memperkuat ekosistem rantai pasok bahan baku, sejumlah SPPG Polri telah dilengkapi dengan keunggulan kemandirian pangan,” ujar Sigit saat menghadiri peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Sigit merinci, SPPG Polda Metro Jaya yang memanfaatkan lahan seluas 49 hektar memiliki tambak ikan yang menampung 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair, serta 600 ribu ekor udang. Fasilitas ini terintegrasi dengan kandang ayam berisi 1.000 ekor dan kandang kambing dengan 100 ekor.

“Area tambak dan kandang tersebut akan membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian pangan SPPG Polri,” jelasnya.

Pengembangan Tanaman Hidroponik dan Bioflok

Selain itu, SPPG Polda Metro Jaya juga mengembangkan tanaman hidroponik dan sistem bioflok. Inisiatif ini terus ditingkatkan sebagai penopang ketersediaan bahan baku bagi SPPG.

Advertisement

“SPPG Polda Metro Jaya juga mengembangkan tanaman hidroponik dan sistem bioflok yang terus ditingkatkan sebagai penopang ketersediaan bahan baku SPPG,” ungkap Sigit.

Kemandirian Pangan di SPPG Lain

Kapolri juga menyoroti SPPG Polda DIY yang turut memiliki fasilitas serupa. SPPG Polda DIY dilengkapi pabrik pakan ayam, kandang ayam, dan green house serta gudang sentral untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku.

“Pada SPPG Polda DIY memiliki pabrik pakan ayam, kandang ayam, dan green house dan gudang sentral untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku,” kata Sigit.

Advertisement