Jakarta – Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mulia Hasudungan Ritonga, melaporkan adanya penurunan angka insiden menonjol selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Penurunan tercatat sebesar 8,08% dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan Angka Kejahatan dan Kecelakaan
Ritonga menjelaskan bahwa meskipun secara umum gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami peningkatan kuantitas, kejadian menonjol justru menunjukkan tren penurunan. “Gangguan kamtibmas secara kuantitas memang mengalami peningkatan, namun untuk kejadian menonjol ini mengalami penurunan 8,08%, terutama dalam beberapa bidang,” ujar Ritonga saat memantau arus balik di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (3/1/2026).
Beberapa kasus yang mengalami penurunan signifikan meliputi:
- Pencurian dengan kekerasan (curas): turun 22,46%
- Pencurian kendaraan bermotor (curanmor): turun 7,75%
- Kecelakaan lalu lintas air: turun 40%
- Kecelakaan kereta api: turun 100% (tidak ada kasus)
Ritonga mengapresiasi kerja sama dengan Kementerian Perhubungan yang berkontribusi pada nihilnya kecelakaan kereta api pada periode tersebut. “Yang pertama adalah curas, mengalami penurunan 22,46%. Curanmor 7,75%. Laka air, penurunan 40%. Laka kereta api, ini penurunan 100% karena memang tahun ini, terima kasih Pak Menhub, tidak ada laka kereta api,” jelasnya.
Kebakaran Turun Drastis, Operasi Lilin Berjalan Baik
Selain itu, kasus kebakaran selama periode Nataru juga menunjukkan penurunan drastis. Angka kebakaran dilaporkan menurun hingga 77,77%. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan Operasi Lilin 2025.
“Demikian juga dengan kebakaran menurun 77,77%. Kesimpulan kami bahwa selama Operasi Lilin ini dengan kepemimpinan Pak Kapolri, yang pertama, harkamtibmas selama Operasi Lilin terjaga dan terkendali dengan baik,” ucap Ritonga.
Secara keseluruhan, Kakorsabhara Polri menyimpulkan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025 telah terlaksana sesuai harapan, berlangsung aman, dan menunjukkan peningkatan kualitas pelaksanaan operasi.






