— Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Haryadi, memberi apresiasi khusus kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade atas perannya menginisiasi pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Bukittinggi-Sicincin.

Pernyataan itu disampaikan Dedie usai memimpin rapat pembahasan persiapan pembangunan ruas jalan tol di Kantor Kejati Sumbar, Selasa (24/7/2026). Rapat dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan terkait untuk membahas kelanjutan proyek tersebut.

Dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, hingga jajaran kejaksaan, Dedie menyatakan kesiapan memulai pembangunan.

“Hari ini kita membahas jalan tol Padang-Sicincin-Bukittinggi. Semua stakeholder hadir. Pada intinya, pembangunan jalan tol ini insyaallah sudah siap kita mulai dan tepat waktu, tepat sasaran sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Sumatera Barat,” kata Dedie dalam kutipannya, Selasa (14/7/2026).

Secara khusus Dedie menyampaikan penghargaan kepada Andre yang dianggap sebagai motor penggerak lahirnya pembahasan percepatan proyek strategis nasional itu.

“Kami terus terang berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade. Beliau yang memprakarsai kegiatan pembangunan jalan tol Sicincin sampai Bukittinggi. Masyarakat Sumatera Barat juga harus berterima kasih karena proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi daerah,” ujar Dedie.

Dedie menegaskan bahwa berbagai persoalan yang sempat menghambat pembangunan telah dibahas dan diurai melalui koordinasi lintas instansi. Menurutnya, seluruh pihak kini bekerja sebagai satu tim untuk memastikan proyek berjalan tanpa hambatan.

“Sudah kita urai. Kita satu tim, teamwork yang solid dan utuh. BPN bersama Kasi Datun akan turun langsung melihat kondisi di lapangan, memastikan status tanah benar-benar clear and clean,” katanya.

Terkait pembebasan lahan, Dedie menyebut pendekatan yang dilakukan akan sangat mengedepankan kepentingan masyarakat setempat.

“Kata Pak Andre, ini bukan ganti rugi, malah ganti untung,” ujarnya.

Kejati Sumbar juga menyatakan komitmen memberikan pendampingan hukum jika muncul persoalan, termasuk perselisihan yang melibatkan masyarakat adat.

“Kita akan melakukan pendampingan apabila ada perselisihan oleh masyarakat adat. Kita akan selesaikan nanti,” tegasnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Andre Rosiade justru menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kajati Sumbar dan seluruh jajaran yang dinilai memainkan peran utama dalam koordinasi percepatan pembangunan jalan tol.

“Kami sebagai anggota DPR mewakili seluruh masyarakat Sumbar mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajati dan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat yang sudah luar biasa bekerja keras menginisiasi dan mengkoordinasikan pertemuan ini. Ini sudah pertemuan yang ketiga dan alhamdulillah seluruh persoalan bisa diurai,” ucap Andre.

Andre menyebut dua persoalan utama yang selama ini menjadi perhatian akhirnya memperoleh solusi konkret. Pertama, trase tol dipastikan tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih, Kabupaten Agam. Kedua, lokasi exit tol Padang Panjang telah disepakati dengan desain baru yang lebih dekat ke Kota Bukittinggi.

“Urusan Kubang Putih sudah selesai. Trase yang baru tidak melewati Kubang Putih. Saya minta polemik segera dihentikan karena seluruh stakeholder sudah sepakat. Begitu juga exit tol Tarasan Panjang sudah ada solusi baru yang tidak bermasalah,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.

Menurut Andre, perubahan trase dilakukan agar pembangunan tidak terus tertunda akibat polemik di lapangan. Ia menyatakan kepentingan proyek tol ini berskala luas karena bakal mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

“Kalau Padang terhubung ke Pekanbaru, hasil pertanian Sumbar bisa lebih mudah dikirim ke Riau. Sebaliknya, masyarakat Riau bisa datang berwisata ke Sumbar setiap akhir pekan. Perputaran ekonominya bisa mencapai ratusan miliar rupiah per hari. Jadi ini bukan hanya untuk satu nagari, tetapi kepentingan seluruh masyarakat Sumbar,” tuturnya.

Dengan berbagai persoalan yang termitigasi, Andre optimistis PT Hutama Karya dapat segera memulai proses konstruksi ruas Bukittinggi-Sicincin pada akhir tahun ini.

Simak Video “Video Andre Rosiade Sambangi Bareskrim, Koordinasi Tambang Ilegal di Sumbar”