— SERANG – Jembatan kayu di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang telah lama rusak dan kerap memicu kecelakaan, dipastikan akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Banten. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan jembatan sebagai akses vital bagi masyarakat setempat.

Jembatan yang akrab disebut Jembatan Piano ini dibangun sekitar 25 tahun lalu melalui swadaya masyarakat. Nama Piano disematkan karena suara berisik yang dihasilkan oleh balok-balok kayu lantai jembatan saat dilintasi kendaraan. Kondisi jembatan saat ini memprihatinkan, dengan banyak lantai kayu yang berlubang dan susunan balok yang tidak rapi, menimbulkan bunyi gesekan nyaring ketika dilalui.

Salah seorang warga Desa Mekarsari, Gulamudin, pada Selasa (21/7/2026) mengungkapkan keprihatinan atas kondisi jembatan. “Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jembatan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan sejak pertama kali dibangun hingga kini.

Gulamudin juga menceritakan pengalaman warga yang awalnya skeptis terhadap janji perbaikan dari Gubernur Banten, Andra Soni. “Awalnya waktu ada janji dari Pak Gubernur (Andra Soni) untuk memperbaiki, masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek saja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan dan ditinjau, tidak lama kemudian langsung diperbaiki,” tuturnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa pembangunan jembatan baru ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga meskipun kondisinya rusak berat.

Menurut Andra, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten saat ini tengah melaksanakan pembangunan jembatan baru dengan target penyelesaian pada November 2026. “Kalau jembatan lama lebarnya hanya sekitar 2,5 meter dengan kondisi seadanya dan cuma bisa dilalui satu mobil, jembatan baru ini dirancang dengan lebar 5 meter dan bentangan hingga 60 meter sehingga bisa dilalui dua mobil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andra Soni menambahkan bahwa pembangunan jembatan baru ini diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta membuka aksesibilitas yang lebih baik di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan pertanian. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan adalah upaya berkelanjutan untuk memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.