Berita7.co.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Sentimen positif datang dari penguatan indeks di Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas mineral logam.
Di sisi lain, tertekannya nilai tukar rupiah dan berlanjutnya aksi jual asing berpeluang memberikan tekanan terhadap laju IHSG.
Rumusan analis menyebut IHSG akan bergerak bervariasi namun cenderung menguat dengan level support pada 5.840-5.770 dan resist pada 5.985-6.055. Pernyataan ini disampaikan oleh CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan pada Jumat (10/7/2026).
Perdagangan kemarin di Wall Street berakhir kompak menguat, seiring rebound saham semikonduktor dan turunnya harga minyak mentah, meski tensi geopolitik di Timur Tengah masih tinggi.
VanEck Semiconductor ETF, yang mencerminkan pergerakan saham semikonduktor, tercatat naik 2,5%. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham Micron Technology sebesar 4,5% dan Sandisk sebesar 7,5%.
Di kancah geopolitik, pusat komando pasukan militer Amerika mengonfirmasi peluncuran serangan lanjutan ke Iran sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, harga minyak mentah justru bergerak turun setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika.
Dalam rekomendasi untuk tujuan trading pada perdagangan Jumat (10/7/2026), CGS International Sekuritas Indonesia mencantumkan enam saham andalan: SSMS, BBCA, BBNI, BMRI, ISAT, dan AMMN.
Ikuti Berita7.co.id
