Berita

Ibas Dukung Reformasi Ekonomi Berkeadilan dan Penguatan Pasar Modal Nasional

Advertisement

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan komitmennya untuk mendukung perbaikan pasar modal nasional serta reformasi ekonomi yang berkeadilan. Dukungan ini disampaikan di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.

Apresiasi dan Dukungan untuk OJK dan BEI

Ibas mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. Ia juga mendukung langkah pembenahan kelembagaan di sektor pasar modal, termasuk penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan dan tata kelola otoritas pasar modal ke depan.

Menanggapi pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua dan Wakil Ketua, serta satu Deputi Komisioner, dan berhentinya Ketua Bursa Efek Indonesia (BEI), Ibas menilai situasi tersebut perlu disikapi secara jernih dan proporsional. Ia menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan jangka panjang perekonomian nasional.

Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Ibas menegaskan bahwa pasar modal merupakan salah satu pilar utama pembiayaan pembangunan sekaligus indikator penting kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. “Pasar modal bukan hanya soal angka dan indeks, tetapi menyangkut kepercayaan. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus dijawab dengan langkah yang transparan, profesional, dan menjunjung tinggi integritas,” tegas Ibas dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Dorong Perbaikan dan Penguatan Pasar Modal

Ibas, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam melakukan perbaikan serta penguatan pasar modal Indonesia. Namun, ia menekankan setiap langkah reformasi harus dibarengi dengan penegakan integritas dan tata kelola yang kuat.

“Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan investor dan mencederai kepercayaan publik. Pengawasan yang kuat, transparansi yang konsisten, serta kepastian hukum harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan dan tata kelola pasar modal menjadi kunci agar pasar keuangan Indonesia semakin kredibel, stabil, serta mampu bersaing di tingkat global. Ibas menyoroti posisi Indonesia dalam indeks pasar saham global, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang saat ini masih berada dalam kategori emerging market.

Advertisement

“Kenaikan status Indonesia di MSCI bukan sekadar simbol, tetapi pintu masuk bagi arus investasi global yang lebih besar. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif,” ujarnya.

Namun, Ibas mengingatkan masih adanya tantangan struktural, mulai dari tata kelola perusahaan hingga praktik pasar yang belum sepenuhnya sehat, yang perlu dibenahi secara serius. “Kita perlu reformasi yang lebih mendalam, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan transparansi, hingga pemberantasan praktik pasar yang tidak sehat. Investor global harus yakin bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan terpercaya untuk berinvestasi,” tambahnya.

Tantangan Ekonomi dan Keberpihakan pada Rakyat

Di tengah ketidakpastian global, tekanan inflasi, serta tantangan struktural domestik, Ibas mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih pro-rakyat dan berorientasi pada sektor-sektor produktif. Sebagai wakil rakyat, Ibas menegaskan transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pengelolaan pasar modal maupun pengisian jabatan strategis.

“Kita tidak boleh lengah, apalagi membiarkan kepentingan segelintir elit mengalahkan kepentingan rakyat. Semua kebijakan harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas,” tegasnya.

Terakhir, Ibas menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat DPR RI untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, sekaligus mendorong penguatan pasar modal sebagai pilar penting perekonomian nasional. Mengutip pernyataan peraih Nobel Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ibas menekankan pentingnya sistem keuangan yang berfungsi dengan baik bagi pembangunan ekonomi. Menurutnya, hanya melalui reformasi yang konsisten dan menyeluruh Indonesia dapat membangun pasar modal yang efisien, tangguh, dan berdaya saing global.

Advertisement