Lembata, NTT – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi sebanyak 99 kali hingga siang tadi. Peristiwa ini mengakibatkan 27 desa di wilayah tersebut terpapar hujan abu vulkanik.
Ratusan Letusan dan Hujan Abu
Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, pada Senin (19/1/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, tercatat 99 kali letusan. “Teramati 99 kali letusan dengan tinggi 200-500 meter dan warna asap putih, kelabu dan hitam disertai gemuruh lemah,” ujar Stanislaus, dilansir dari detikBali.
Menyikapi potensi bahaya, Stanislaus mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, untuk tidak memasuki area dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung. “Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok,” tegasnya.
27 Desa Terdampak
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lembata, Andris Koban, mengonfirmasi bahwa total ada 27 desa yang terdampak langsung oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Ile Lewotolok. Aliran lava terpantau turun di dua desa, yaitu Desa Jontona dan Desa Amakaka.
Desa-desa yang terdampak abu vulkanik meliputi:
- Desa Jontona
- Desa Lamaau
- Desa Baolaliduli
- Desa Aulesa
- Desa Lamawolo
- Desa Lamatokan
- Desa Kalikur WL
- Desa Umaleu
- Desa Buriwutung
- Desa Mampir
- Desa Leuwohung
- Desa Bareng
- Desa Kalikur
- Desa Normal
- Desa Normal 1
- Desa Leudanung
- Desa Leuwayan
- Desa Roma
- Desa Hoelea 1
- Desa Hoelea 2
- Desa Hingalamengi
- Desa Meluwitung
- Desa Balauring
- Desa Wailolong
- Desa Lebewala
- Desa Wowong
- Desa Nilanapo






