Jakarta – Kemacetan parah terjadi di exit Tol Semper, Jakarta Utara, pada Jumat (9/1/2026) petang. Insiden ini disebabkan oleh penumpukan truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang menghambat arus lalu lintas.
Kemacetan Hingga 1 Kilometer
Menurut Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, kemacetan membentang sepanjang 1 kilometer hingga Kilometer 60. “Benar, macet 1 kilometer sampai Km 60,” ujar Kompol Dhanar, Jumat (9/1/2026).
Kondisi ini telah berlangsung sejak sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah truk kontainer yang hendak keluar melalui Off Ramp Semper tidak dapat bergerak lantaran adanya penumpukan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. “Informasinya ada penumpukan di Tanjung Priok, sedang kami koordinasikan dengan Satlantas Wilayah Jakarta Utara,” imbuhnya.
Akibatnya, kemacetan meluas ke jalur arteri di wilayah Kebon Bawang, Tanjung Priok, dan arah Marunda. Hingga pukul 18.43 WIB, arus lalu lintas belum menunjukkan tanda-tanda mencair. Petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas.
(Dok. Istimewa) Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono.
Kondisi Serupa Terjadi Kemarin
Situasi serupa juga dialami pada Kamis (8/1/2026). Kemacetan bahkan dilaporkan mengular hingga ke Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkap bahwa salah satu penyebab utama kemacetan parah di Jalan Cakung-Cilincing pada Kamis malam adalah volume keluar-masuk truk kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok yang meningkat.
“Semalam itu di Cakung-Cilincing itu sebetulnya hanya peningkatan volume kendaraan saja, tapi memang didapati juga–terutama di Bapek–ada beberapa kendaraan yang bermasalah, jadi crowded,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin saat dihubungi, Jumat (9/1).
Komarudin menjelaskan bahwa hari Rabu, Kamis, dan Jumat merupakan jadwal rutin aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Peningkatan volume kendaraan di ruas jalan arteri, khususnya yang menuju kawasan pelabuhan, tidak terhindarkan selama tiga hari tersebut karena banyaknya kapal yang bersandar.
“Rutinitas hari Rabu, Kamis, dan Jumat itu memang jadwalnya ekspor impor, jadi volume kendaraan besar keluar-masuk pelabuhan meningkat, karena jadwal kapal sandar di tiga hari itu,” jelasnya.






