Sepakbola

Dituding Rasis ke Vinicius, Prestianni Balas Tuntut Mbappe dan Vinicius ke UEFA

Advertisement

Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, berencana mengajukan tuntutan pencemaran nama baik terhadap Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Langkah ini diambil setelah Prestianni menerima sanksi sementara dari UEFA terkait dugaan penghinaan rasial.

Dugaan Rasisme dan Sanksi UEFA

Prestianni dituduh melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Lisbon. Tudingan ini diperkuat oleh klaim Kylian Mbappe yang menyatakan mendengar Prestianni memanggil Vinicius dengan sebutan ‘monyet’ sebanyak lima kali. Menanggapi laporan dari Real Madrid, UEFA membentuk tim investigasi dan memberikan sanksi sementara kepada Prestianni berupa larangan bermain dalam leg kedua melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Benfica telah mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan kepada pemainnya tersebut. Sementara itu, Prestianni secara tegas membantah tuduhan rasisme. Ia mengklaim bahwa sebutan yang dilontarkannya kepada Vinicius adalah ‘homo’, bukan ‘mono’ (monyet dalam bahasa Spanyol).

Tuntutan Balik dan Potensi Hukum

Menurut laporan dari El Chiringuito, Prestianni berencana mengajukan tuntutan kepada Vinicius dan Mbappe ke UEFA, FIFA, dan otoritas peradilan Portugal. Pemain berusia 20 tahun itu merasa tuduhan rasisme yang dialamatkan kepadanya tidak benar dan telah merusak reputasinya. Ia memiliki dasar hukum untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang merusak citra dan kesaksian palsu yang diberikan oleh Vinicius dan Mbappe.

Advertisement

Keputusan akhir dari UEFA akan menjadi faktor kunci dalam langkah hukum Prestianni. Apabila hasil investigasi menyatakan dirinya tidak bersalah, maka tuntutan balik terhadap Vinicius dan Mbappe dapat dilanjutkan. Selain tuntutan pencemaran nama baik, Prestianni juga berhak menuntut kompensasi finansial dan permintaan maaf publik dari kedua pemain Real Madrid tersebut.

Sebelumnya, Kylian Mbappe dikabarkan enggan menyebut nama Prestianni, menyatakan bahwa pemain tersebut tidak layak bermain di Liga Champions.

Advertisement