— Badung – Perselisihan yang sempat memanas antara pemilik usaha Sintya Tailor dengan salah seorang pelanggannya di Badung, Bali, telah mencapai titik damai. Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini akhirnya dimediasi di kantor polisi.

Mediasi tersebut dilaksanakan di Polsek Abiansemal pada Minggu (19/7) sore. Dalam pertemuan tersebut, Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya, selaku pemilik Sintya Tailor, bersama dengan pelanggan yang diketahui bernama RHW, memaparkan kronologi awal perselisihan yang berujung pada cekcok.

Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk mengakhiri perselisihan dengan saling memaafkan. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan yang menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan dilanjutkan ke proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nengah Sona, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memfasilitasi pertemuan mediasi antara kedua belah pihak. Ia menyatakan bahwa keduanya memilih untuk menempuh jalur damai.

Sebelum proses mediasi, Ni Made Tiadnyani sempat menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial Facebook pribadinya. Klarifikasi ini disampaikan setelah video yang menampilkan dirinya terlibat cekcok dengan seorang pelanggan, yang di dalamnya terdengar lontaran kalimat bernada rasis dan menyinggung SARA, menjadi viral.

“Tiang (saya) minta maaf dan ampura (mohon maaf) sareng semeton sareng sami (kepada saudara sekalian) kalau ada salah dengan pelanggan. Tiang tidak pernah mengejek dan menghina sesama orang Bali maupun orang luar Bali sedunia se-Indonesia,” tulis Tiadnyani dalam klarifikasinya.