London – Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa antisipasi bola mati menjadi titik lemah timnya yang berujung pada kegagalan meraih kemenangan atas Burnley. Hasil imbang 1-1 di Stamford Bridge pada Minggu (22/2/2026) ini membuat posisi The Blues di klasemen Liga Inggris semakin terancam.
Gol Telat Buyarkan Kemenangan
Chelsea sempat unggul cepat melalui gol Joao Pedro di menit keempat. Namun, gol balasan dari Zian Flemming di menit akhir pertandingan membuyarkan tiga poin yang sudah di depan mata. Hasil ini membuat Chelsea tertahan di peringkat keempat klasemen dengan 45 poin, bersaing ketat dengan Manchester United yang memiliki jumlah poin sama.
Dominasi yang Sia-sia
Secara statistik, Chelsea tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai bola hingga 67 persen, berbanding 33 persen milik tim tamu. Namun, dominasi tersebut tidak berujung kemenangan karena pertahanan mereka rapuh terhadap bola mati.
Gol penyama kedudukan Burnley lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi oleh James Ward-Prowse, yang kemudian berhasil disundul oleh Flemming ke gawang Chelsea.
Rosenior Janjikan Perbaikan
Liam Rosenior, pelatih Chelsea, secara terbuka mengakui kelemahan anak asuhnya dalam mengantisipasi bola mati. Data menunjukkan bahwa Chelsea telah kebobolan 12 gol dari situasi bola mati di Liga Inggris musim ini.
Rosenior menegaskan bahwa ia akan bekerja keras untuk memperbaiki aspek krusial ini. “Bola mati sangat penting di Liga Inggris, sangat krusial,” ujar Rosenior, dikutip dari situs resmi Chelsea. “Rekor kami musim ini, dalam hal bertahan dari bola mati, belum mencapai level yang dibutuhkan untuk mencapai apa yang kami capai, dan itu adalah sesuatu yang perlu saya perbaiki.”
Ia menambahkan, “Saya merasa satu-satunya cara Burnley mencetak gol saat itu adalah melalui bola mati Ward-Prowse.”
Perbaikan dalam mengantisipasi bola mati menjadi pekerjaan rumah besar bagi Rosenior demi menjaga asa Chelsea di papan atas klasemen Liga Inggris.



