Jakarta – Personel Tim SAR dan Dapur Lapangan Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan untuk menangani dampak banjir ekstrem yang melanda Kabupaten Bekasi. Sebanyak 300 porsi makanan disiapkan dan didistribusikan kepada warga yang terdampak bencana tersebut.
Simbol Kehadiran Negara di Tengah Bencana
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menyatakan bahwa kehadiran personel Brimob tidak hanya sebatas operasi logistik, melainkan juga sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir.
“Makanan, minuman, serta dukungan moral disalurkan kepada para pengungsi dari berbagai usia, termasuk anak‑anak dan lansia yang kini mengungsi di berbagai titik pengungsian di Kabupaten Bekasi,” kata Henik kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Banjir di wilayah Bekasi dilaporkan mencapai ketinggian dua meter di sejumlah titik, memaksa banyak warga untuk mengungsi selama banjir belum surut.
Kesiapsiagaan Brimob dan Upaya Pemerintah
Henik menambahkan bahwa seluruh unsur Brimob terus siaga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Seluruh unsur Brimob terus siaga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama masa tanggap darurat ini,” ujar Henik.
Ia menjelaskan bahwa anggota Brimob tidak hanya hadir dalam pengamanan, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya perlindungan dan fasilitasi kebutuhan warga terdampak banjir. Pemerintah bersama instansi terkait dilaporkan telah meninjau dan memetakan area kritis untuk memastikan penanganan yang lebih terkoordinasi bagi warga terdampak.
Langkah-langkah ini mencakup optimalisasi titik pengungsian dan mitigasi terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. “Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang menjanjikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang berulang di Bekasi,” tuturnya.
Pemerintah juga dilaporkan telah mengirimkan bantuan dan mendirikan dapur umum untuk para korban banjir di Bekasi.






