Berita

Bamsoet Puji Diplomasi Prabowo di Inggris: Hasil Nyata, Indonesia Mitra Strategis Britania Raya

Advertisement

Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengapresiasi kinerja duta besar (Dubes) RI untuk Inggris beserta seluruh jajaran Kedutaan Besar RI (KBRI) di London. Bamsoet juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) yang dinilai berhasil menyiapkan dan mengoordinasi kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Inggris secara matang, efektif, dan berdampak pada kepentingan nasional.

Kunjungan tersebut menghasilkan komitmen investasi miliaran poundsterling, kerja sama strategis di sektor maritim, hingga penguatan pendidikan tinggi. Menurut Bamsoet, peran perwakilan RI di London krusial dalam membangun komunikasi politik, membuka jalur strategi, serta menyiapkan pertemuan tingkat tinggi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris, parlemen, pelaku usaha, hingga lingkungan istana kerajaan.

Diplomasi Profesional dan Bernilai Tinggi

“Kinerja Duta Besar RI untuk Inggris patut diappresiasi. Persiapan kunjungan Presiden Prabowo berjalan rapi, terukur, dan mampu menerjemahkan kepentingan nasional ke dalam agenda diplomasi yang konkret dan bernilai tinggi,” ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

“Ini contoh diplomasi profesional yang bekerja senyap tetapi hasilnya terasa besar,” sambungnya. Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu Dubes RI, Desra Percaya dan Wakil Dubes RI, Sahadatun Donatirin untuk Inggris di Wisma Nusantara London, Minggu (25/1).

Bamsoet menilai keberhasilan kunjungan kerja Prabowo ke Inggris sebagai diplomasi berkelas tinggi, dengan hasil yang konkret. Lawatan tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting Britania Raya sekaligus menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang semakin percaya diri dan berorientasi pada hasil nyata.

Investasi Rp 90 Triliun dan Kerja Sama Strategis

Selama kunjungan ke Inggris, Prabowo menghadiri pertemuan penting dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, jajaran parlemen Inggris, pelaku usaha strategi, serta Raja Charles III. Rangkaian agenda tersebut menghasilkan komitmen investasi Inggris ke Indonesia yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 90 triliun, dengan fokus pada sektor maritim, energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, dan pengembangan industri berbasis teknologi.

“Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menunjukkan bahwa Indonesia saat ini dipimpin oleh tokoh yang dihormati, didengar, dan dipercaya di tingkat global. Ini bukan diplomasi simbolik, melainkan diplomasi yang bekerja dan menghasilkan komitmen konkret,” kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

Bamsoet menyoroti dukungan Inggris terhadap modernisasi armada perikanan nasional sebagai langkah strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. Program tersebut diproyeksikan meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat perekonomian pesisir, serta memperkokoh ketahanan pangan nasional berbasis kelautan melalui kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Advertisement

Penguatan SDM dan Konservasi Lingkungan

Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, dan sejumlah universitas top lainnya.

“Selanjutnya, Pak Desra selaku Duta Besar RI di London akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics,” jelas Bamsoet.

Sementara, saat bertemu Raja Inggris Charles III, Prabowo menyepakati kerja sama bidang konservasi dan komitmen dari Inggris untuk membantu memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional di Indonesia.

Di Inggris, Prabowo juga sempat menemui Wakil PM Inggris David Lammy dan sejumlah pengusaha dari Kamar Dagang Inggris di Lancaster House, London. Prabowo didampingi sejumlah pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan konglomerat dari Indonesia dalam forum yang membahas bisnis dan investasi tersebut.

“Investasi yang dilakukan Presiden Prabowo menyentuh sektor riil dan kebutuhan dasar rakyat. Modernisasi perikanan berarti peningkatan pendapatan nelayan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pemberdayaan pangan laut Indonesia,” jelas Bamsoet.

Citra Indonesia di Kancah Global

Bamsoet menambahkan diplomasi Prabowo berhasil memperkuat citra Indonesia sebagai negara demokratis yang stabil, memiliki kepemimpinan tegas, serta mampu menyuarakan lugas dan kapasitas di forum internasional. Pendekatan diplomasi yang dinilai realistis, berani, dan sepenuhnya berpijak pada kepentingan nasional.

“Presiden Prabowo membawa pesan yang jelas. Indonesia terbuka untuk kerja sama, tetapi berdiri sejajar dan berdaulat. Inilah wajah baru diplomasi Indonesia yang tegas, rasional, dan berorientasi pada hasil,” pungkasnya.

Advertisement