Berita7 — Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita 19 pucuk senjata api dari berbagai lokasi peredaran narkoba. Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa 17 di antaranya merupakan senjata organik, menunjukkan kesiapan para bandar narkoba untuk melawan petugas.
“Sembilan belas (19) pucuk senjata api dari sejumlah lokasi rawan peredaran, dan ini 17 pucuk sendiri senjata organik, berarti artinya para bandar narkotika sangat mempersiapkan diri untuk melawan kita para petugas,” ujar Suyudi saat memberikan sambutan di acara Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Suyudi menyatakan keprihatinannya dan berharap agar Indonesia tidak mengalami kondisi serupa dengan Meksiko dan Brasil, di mana para bandar narkoba memiliki persenjataan yang kuat dan bahkan membentuk pasukan sendiri.
“Untuk itu dalam kesempatan ini, kami tentunya sangat mengimbau kerja sama kita semua, jangan sampai di Meksiko dan Brazil di mana mereka sudah mempunyai kekuatan sendiri punya army sendiri, punya senjata yang begitu kuat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, kementerian, dan lembaga untuk bersinergi dalam memerangi narkoba. Ia menekankan bahwa BNN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan luas.
“Mari dalam forum yang sangat luar biasa ini kita harus memiliki kepedulian yang tinggi untuk sama-sama. BNN memang ada di depan, tapi kita tidak bisa berdiri sendiri, kita perlu dukungan dari segenap elemen masyarakat, kementerian, lembaga dan seluruh badan yang berada di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suyudi memaparkan bahwa BNN telah melaksanakan operasi penindakan di 34 provinsi. Operasi tersebut berhasil menangkap 1.259 tersangka dan menyita ratusan kilogram barang bukti, termasuk 126 kilogram sabu.
Ikuti Berita7
