Berita7 — Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan rincian anggaran 2025, termasuk pembayaran uang muka untuk pembelian motor listrik yang jumlahnya besar, dalam rapat dengan Komisi IX DPR.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari membacakan satu per satu pengeluaran BGN selama 2025 dan menyebut pos pembayaran motor listrik sebagai salah satu yang menonjol.
“Kemudian uang muka belanja, ini ada pertanyaan kenapa ada uang muka besar sekali di tahun 2025, itu adalah uang muka pembayaran motor listrik yang kemudian jadi ramai itu,” kata Agustina saat rapat di Komisi IX DPR, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan slide yang ditunjukkan, pengeluaran prepaid untuk motor listrik yang dibayarkan sebesar Rp 167.577.797.695. Selain itu, tercatat juga pembayaran pre-payment terkait motor listrik pada 2026 senilai Rp 243,9 miliar.
Agustina menyatakan bahwa pembayaran uang muka motor listrik dilakukan pada 2025.
“Jadi uang mukanya dibayar tahun 2025, pembayaran terakhirnya di tahun 2026 Rp 243,9 M,” beber Agustina.
Lebih lanjut, Agustina menyampaikan bahwa pada 2026 pembayaran motor listrik telah dilunasi. Namun, motor listrik tersebut belum dapat dicatat sebagai aset peralatan.
“Ini nilainya Rp 243 M ini hanya uang mukanya saja yang kami catat di 2025, untuk 2026 ini sudah dilunasi tetapi belum dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif, karena apa? Karena masih dalam proses penyidikan oleh kejaksaan,” ujar Agustina.
Ikuti Berita7
