— Sebuah bentrokan antarwarga pecah di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (18/7) pagi. Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka ringan. Selain korban jiwa dan luka, 20 unit rumah dilaporkan habis terbakar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Flores Timur, AKP Eliezer A Kalelado, mengonfirmasi jumlah korban dan kerusakan tersebut. Pendataan lebih lanjut mengenai korban jiwa, korban luka, serta jumlah rumah yang terbakar masih terus dilakukan pasca bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan, personel gabungan dari kepolisian dan TNI disiagakan di titik-titik strategis di wilayah perbatasan kedua desa. Pihak kepolisian dan TNI juga terus berupaya melakukan langkah-langkah kemanusiaan dan preventif.

Upaya yang dilakukan antara lain membantu proses evakuasi korban, melakukan pengamanan wilayah, serta membangun komunikasi intensif dengan para tokoh masyarakat setempat. Polres Flores Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk mempercayakan penanganan situasi sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Masyarakat juga diimbau untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana, dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban demi terciptanya perdamaian di Kabupaten Flores Timur.