TANGERANG – Banjir yang melanda Kecamatan Benda, Kota Tangerang, dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Dalam situasi ini, pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota mengambil langkah proaktif dengan memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terdampak musibah tersebut.
Prioritas Penanganan Kesehatan Pascabanjir
Kasidokkes Polres Metro Tangerang Kota, Iptu dr. Adityas Basriwijaya, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup beberapa aspek penting. “Pelayanan yang diberikan meliputi analisis keluhan kesehatan terbanyak, pemeriksaan klinis kepada pengungsi, serta edukasi pentingnya menjaga sanitasi di area posko guna mencegah penyakit menular pascabanjir,” ujar Adityas pada Rabu (14/1/2026).
Selain pemeriksaan medis, imbauan mengenai kebersihan lingkungan juga menjadi fokus utama. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit, terutama di kalangan kelompok rentan. “Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga memberikan penekanan kepada para pengungsi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan posko untuk meminimalisir risiko penyakit, terutama pada kelompok rentan,” jelasnya lebih lanjut.
Data Pengungsi dan Kelompok Rentan
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Ketinggian air di area tersebut sempat mencapai sekitar 1 meter. Kelompok rentan yang teridentifikasi dalam data pengungsi meliputi 1 bayi, 2 balita, dan 2 lansia. “Sementara pengungsi lainnya terdiri dari anak-anak dan orang dewasa,” beber Adityas.
Penegasan Kapolres soal Pelayanan Kesehatan
Menanggapi situasi ini, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat yang terdampak untuk tidak ragu melaporkan keluhan kesehatan kepada petugas di posko. “Apabila ada keluhan kesehatan, jangan ragu melapor kepada petugas di posko agar dapat segera ditangani,” ungkap Jauhari.






