Berita

Banjir Meluas di Kudus: 6 Kecamatan Terendam, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana

Advertisement

Kudus, Jawa Tengah – Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (13/1/2026), memaksa Pemerintah Kabupaten menetapkan status tanggap darurat bencana. Kondisi ini berdampak pada 10.652 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 33.789 jiwa.

Enam Kecamatan Terendam Banjir

Menurut laporan yang diterima, banjir merendam sejumlah wilayah di Kudus, menyebabkan ribuan warga terdampak. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat musibah ini.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Bupati Kudus, Samani Intakoris, secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Penetapan ini berlaku mulai tanggal 12 hingga 19 Januari 2026. “Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 12 hingga 19 Januari 2026,” ujar Samani dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (13/1).

Evakuasi dan Bantuan untuk Pengungsi

Di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, sebanyak 24 warga dari 14 KK telah dievakuasi ke posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri. Mereka telah menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta bantuan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Kudus terus berupaya memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi. Makanan siap saji juga telah didistribusikan kepada warga yang terdampak.

Sinergi Penanganan Bencana

Bupati Samani mengapresiasi sinergi yang terjalin antara berbagai pihak dalam penanganan banjir. “Kami pastikan kebutuhan dasar pengungsi tercukupi. Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI, Polri, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang terus bersinergi membantu penanganan banjir ini,” katanya.

Instruksi juga telah diberikan kepada jajaran puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi, terutama kelompok rentan. “Kami juga telah menginstruksikan jajaran puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi, khususnya kelompok rentan,” tambah Samani.

Advertisement