London – Kekalahan Arsenal dari Manchester United di Liga Inggris akhir pekan lalu tampaknya tidak menggoyahkan keyakinan manajer Mikel Arteta terhadap performa anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan para pemainnya.
Arsenal Tumbang di Kandang Sendiri
Pertandingan yang digelar di Emirates Stadium pada Minggu (25/1) tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Manchester United. Arsenal sempat unggul lebih dulu, namun sejumlah kesalahan fatal membuat mereka harus menelan pil pahit.
Salah satu momen krusial yang menjadi sorotan adalah gol penyama kedudukan MU yang tercipta akibat blunder Martin Zubimendi. Kesalahan dalam melakukan back pass berujung pada bola yang direbut oleh Bryan Mbeumo, yang kemudian berhasil menceploskan bola ke gawang David Raya.
Persaingan Juara Kian Memanas
Kekalahan ini memberikan dampak signifikan pada persaingan papan atas Liga Inggris. Di saat bersamaan, Manchester City dan Aston Villa berhasil meraih kemenangan, memperkecil jarak dengan Arsenal.
Saat ini, Arsenal masih memimpin klasemen dengan 50 poin, namun keunggulan mereka terpangkas menjadi hanya empat angka dari kedua rivalnya di pekan ke-23. Hal ini membuka peluang bagi City dan Villa untuk mengejar di sisa musim.
Kondisi ini kembali memunculkan sorotan terhadap mentalitas Arsenal dalam memperebutkan gelar juara, yang telah lama mereka dambakan.
Arteta Bela Pemainnya
Menanggapi kekalahan tersebut, Mikel Arteta memilih untuk tidak menyalahkan para pemainnya. Ia menyatakan bahwa sikap, usaha, dan kemauan para pemain bukanlah masalah utama.
“Tidak, karena itulah yang saya katakan, tidak ada yang bisa disalahkan,” ujar Arteta, mengutip Standard. “Sikap, usaha, atau kemauan, bukan itu masalahnya. Terkadang itu adalah pertandingan yang sangat aneh, bahkan setelah menontonnya dua kali.”
Arteta mengakui bahwa menerima kekalahan tersebut memang sulit. Namun, ia menekankan bahwa timnya harus belajar dari pengalaman ini.
“Menerima fakta kami kalah dalam pertandingan itu sulit. Apakah kami pantas kalah? Hanya satu alasannya, yakni mereka (MU) lebih efisien. Untuk sisanya, tidak ada.”
“Tetapi Anda harus menerima hal itu dan memanfaatkannya juga. Pelajari dari pengalaman itu, manfaatkan rasa sakit itu, dan segera lanjutkan, karena tidak ada waktu untuk terlarut dalam masa lalu,” tutup Arteta.






