Sepakbola

Antonio Conte: Napoli Harus Banyak Berdoa untuk Mengejar Scudetto di Tengah Badai Cedera

Advertisement

Jakarta – Usai tersingkir dari Coppa Italia, Napoli kini hanya menyisakan Serie A sebagai kompetisi yang bisa dikejar. Namun, pelatih Antonio Conte enggan memberikan jaminan terkait peluang Scudetto di tengah badai cedera yang melanda timnya.

Napoli Tersingkir dari Coppa Italia

Napoli dipastikan terdepak dari Coppa Italia setelah kalah adu penalti dari Como pada babak perempatfinal, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Il Partenopei hanya memiliki satu kompetisi tersisa di sisa musim ini, setelah sebelumnya juga tersingkir di fase grup Liga Champions.

Meski demikian, Serie A masih menjadi arena bagi Napoli untuk berjuang. Saat ini, mereka tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan, dengan 14 pertandingan tersisa. Secara matematis, perburuan Scudetto masih terbuka.

Conte Anggap Kans Scudetto ‘Konyol’

Namun, Antonio Conte menilai membicarakan peluang Scudetto saat ini adalah hal yang ‘konyol’ mengingat kondisi tim yang memprihatinkan. Sejumlah pemain pilar mengalami cedera panjang, termasuk Kevin de Bruyne, Giovanni Di Lorenzo, Frank Anguissa, David Neres, dan Billy Gilmour. Situasi ini diperparah dengan absennya Romelu Lukaku yang baru kembali bermain akhir Januari lalu setelah menepi sejak awal musim akibat masalah hamstring.

Advertisement

“Pertanyaan yang sangat tidak masuk akal,” tegas Conte saat ditanya mengenai kans mengejar Scudetto. “Bagaimana Anda bisa memprediksi cedera Di Lorenzo, atau Lukaku dengan tendon yang lepas, De Bruyne dengan kerusakan tendon di kaki yang sudah pernah dioperasi, atau Gilmour yang butuh operasi dan harus absen berbulan-bulan. Bagaimana memprediksinya?”

Conte menambahkan, kondisi ini memaksa timnya untuk mengandalkan keberuntungan. “Kami cuma bisa pergi ke kuil dan berdoa, karena ini adalah cedera-cedera yang berlangsung sepanjang musim. Dengan enam atau tujuh pemain penting absen berbulan-bulan dalam satu waktu, itu memaksa pemain yang sama terus tampil, itu jadi masalah untuk McTominay dan Rrahmani.”

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti minimnya dukungan dari bursa transfer. “Saya rasa hal semacam ini tidak pernah terjadi ke klub lain. Terlebih lagi, saya diberi tahu bahwa kami tak bisa melakukan apapun di bursa transfer, kami membawa dua pemain muda untuk membantu kami,” pungkasnya.

Advertisement