Berita7 — Jakarta — Sekelompok anak-anak kembali viral setelah menghadang pengendara sepeda motor yang melintasi trotoar di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, bocah-bocah itu menghalau sejumlah pemotor menggunakan ranting kayu dan meminta mereka berputar balik ke arah jalan arteri.
Beberapa pengendara patuh dan memutar balik, namun sejumlah lainnya memilih menerobos barisan anak-anak. Peristiwa yang terjadi dekat lampu merah Cengkareng itu menarik perhatian warganet karena trotoar yang dipakai sebagai “jalan pintas” oleh pemotor untuk menghindari kemacetan seharusnya menjadi hak pejalan kaki.
Pengawasan Polisi dan Rencana Fisik Pembatas
Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, mengatakan petugas sering mengawasi lokasi agar tidak ada pemotor yang menerobos trotoar. Namun, menurut Yeni, ketika petugas berada di lokasi para pemotor sering kali berperilaku disiplin sementara saat petugas tidak ada mereka kembali melintas di trotoar.
“Kita memang sering pengawasan di situ. Tapi kalau kita di sana, mereka (pemotor nakal) tiba-tiba enggak lewat di situ (trotoar). Jadi seperti kucing-kucingan gitu,” kata Yeni.
Yeni menambahkan bahwa pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk memasang besi pembatas guna mencegah pemotor melintasi trotoar. Ia menegaskan bahwa trotoar merupakan hak pejalan kaki.
“Pengendara sepeda motor yang melintas di atas trotoar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” tutur Yeni.
Imbauan Keamanan untuk Anak dan Pengguna Jalan
Selain menyoroti pelanggaran pemotor, Yeni juga mengingatkan anak-anak agar waspada terhadap risiko kecelakaan. Ia menyebut anak-anak kerap bermain bola di trotoar pinggir jalan besar tersebut, yang menurutnya tidak diperbolehkan karena trotoar hanya untuk pejalan kaki.
“Jadi anak-anak itu juga sering main bola di situ. Itu kan enggak boleh juga. Trotoar itu hanya untuk pejalan kaki, bukan untuk bermain bola,” ujar Yeni.
Yeni mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak memanfaatkan trotoar sebagai jalur alternatif, termasuk saat terjadi kemacetan. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Yeni.
Insiden Serupa dan Pernyataan Dishub
Kasus serupa pernah viral pada Mei lalu ketika sekelompok bocah menghadang sepeda motor yang naik ke trotoar di Jalan Daan Mogot. Dalam video yang beredar saat itu, anak-anak memenuhi area trotoar dan menggunakan ranting pohon untuk memutar balik kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menanggapi insiden ini dengan mengingatkan fungsi serta hak pengguna fasilitas trotoar. Ia meminta pengendara agar tidak melintas di trotoar karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
“Terkait adanya anak-anak yang menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di atas trotoar di kawasan Jalan Daan Mogot, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan trotoar yang merupakan hak pejalan kaki serta penyandang disabilitas,” kata Syafrin.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.