Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri hari ini memeriksa seorang admin kanal YouTube komika Pandji Pragiwaksono, yang berinisial SB. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana penghinaan melalui media elektronik terhadap adat Toraja.
Admin Ungkap Arahan Pandji
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Prakoso, menjelaskan bahwa SB diperiksa sebagai admin yang mengunggah konten video dugaan penghinaan terhadap adat Toraja di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono. Konten tersebut diunggah pada 8 Juni 2021.
Dalam keterangannya kepada penyidik, SB mengaku bahwa unggahan konten mengenai adat Toraja ke kanal YouTube tersebut dilakukan atas arahan langsung dari Pandji Pragiwaksono. SB, yang telah bekerja untuk Pandji sejak tahun 2010, menyatakan, “Berdasarkan keterangan saksi, proses editing, penulisan narasi, deskripsi, serta waktu unggah dilakukan oleh yang bersangkutan atas perintah dan arahan dari pemilik kanal.”
SB dicecar sebanyak 33 pertanyaan yang meliputi proses pengeditan video, pemberian narasi dan deskripsi konten, hingga penentuan jadwal unggahan. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Penyidik Terus Dalami Perkara
Rizki Prakoso menegaskan bahwa penyidik masih terus mendalami perkara ini dengan mengumpulkan alat bukti serta keterangan tambahan. Ia menekankan, “Proses penyidikan masih berjalan. Kami mengedepankan profesionalitas dan transparansi dalam menangani setiap laporan masyarakat.”
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono telah dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut muncul setelah salah satu materi lawakan tunggalnya dinilai telah menghina adat Toraja, khususnya terkait prosesi pemakaman yang dibahas dalam materi tersebut.
Materi Lawakan yang Berpolemik
Materi yang kini menjadi polemik tersebut sejatinya merupakan bagian dari pertunjukan lawakan tunggal Pandji yang digelar pada tahun 2013. Dalam materi tersebut, Pandji menyinggung soal mahalnya biaya yang harus dikeluarkan dalam melaksanakan pemakaman dengan adat Toraja.
Pandji Pragiwaksono dalam potongan video yang dilihat pada Selasa (4/11/2025) menyatakan, “Di Toraja, dan ini pasti ada yang tahu, kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bener nggak gue? Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu.”
Lebih lanjut, Pandji melanjutkan materi lawakannya dengan menyebut masyarakat Toraja yang tidak mampu memakamkan anggota keluarganya yang meninggal akan menaruh jenazahnya di rumah. Ia kemudian menyajikan teknik impersonation dalam stand up comedy, memosisikan diri sebagai orang asing yang bertamu di rumah orang Toraja dan melihat ada jenazah di ruang tamu.
“Ini praktik yang umum, misalkan, ada anggota keluarganya yang meninggal, nggak punya duit nih, jenazahnya ditaruh aja di ruang tamu dan untuk keluarganya sih biasa-biasa aja, untuk keluarga yang meninggal, tapi kan kalau ada yang bertemu bingung kan,” kata Pandji.
Ia menambahkan, “Nonton apa pun di TV berasa horor. Lagi nonton Teletubies gitu, ngeri pasti. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat ada kuncirnya di atas,” ujar Pandji seraya melakukan impersonation.






