Sepakbola

AC Milan Ditahan Imbang Genoa, Allegri Soroti Kurang Sabar dan Terburu-buru

Advertisement

Milan – Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menyoroti kurangnya kesabaran dan sikap terburu-buru yang ditunjukkan anak asuhnya dalam membangun serangan saat menghadapi Genoa. Hal ini dinilai menjadi penyebab banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia dalam laga lanjutan Liga Italia di San Siro, Jumat (9/1/2026).

Milan Gagal Raih Poin Penuh di Kandang

AC Milan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Genoa. Rossoneri bahkan sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Lorenzo Colombo sebelum akhirnya disamakan oleh Rafael Leao di menit 90+2. Genoa nyaris mencuri poin penuh setelah mendapatkan hadiah penalti sesaat sebelum laga berakhir, namun eksekusi Nicolae Stanciu membentur tiang gawang.

Hasil imbang ini membuat Milan tertahan di peringkat kedua klasemen dengan 39 poin, tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen Inter Milan. Sementara itu, Genoa berada di posisi ke-17 dengan 16 poin.

Dominasi Milan Tak Berbuah Kemenangan

Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan dengan 57 persen penguasaan bola dan melepaskan 28 tembakan (tujuh mengarah ke gawang), Milan hanya mampu mencetak satu gol. Dominasi ini berbanding terbalik dengan Genoa yang hanya mampu melepaskan sedikit peluang.

Advertisement

Allegri: Kesabaran adalah Kunci

Massimiliano Allegri mengungkapkan bahwa timnya terlalu terburu-buru dalam menyerang, padahal Genoa bermain sangat rapat. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam menghadapi tim yang bermain bertahan.

“Dalam sepak bola, Anda menerima apa pun hasil yang diberikan,” jelas Allegri. “Kita harus mengambil hal-hal positif dari pertandingan ini. Mereka sangat bagus dalam menghentikan kami. Kami berada di posisi yang menguntungkan meskipun babak pertama sangat sulit, tetapi kemudian kebobolan gol itu.”

Allegri menambahkan bahwa intensitas Genoa menurun di babak kedua, namun Milan perlu meningkatkan kesabarannya.

“Intensitas mereka menurun di babak kedua, dan kami meningkat. Hal yang harus kami tingkatkan adalah kesabaran kami melawan tim-tim yang bermain bertahan rapat sehingga kami tidak membiarkan diri kami terekspos pada serangan balik, yang berisiko kekalahan dalam pertandingan ini.”

Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa pelajaran ini penting untuk kedewasaan tim demi mencapai target finis di empat besar.

“Ini adalah pelajaran tentang kedewasaan jika kita ingin mencapai tujuan kita, yaitu finis di empat besar. Kita harus meningkatkan diri. Kami kurang sabar, kami terlalu terburu-buru dan terburu-buru tidak akan membawa ke mana-mana,” pungkasnya.
Advertisement