Berita7 — Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan 398 warga yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin telah pulih. Korban yang sempat mengungsi dikabarkan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Dari keseluruhan warga terdampak sebanyak 1.285 jiwa, Dinkes menyatakan kasus ISPA yang mereka tangani mencapai 398 orang dan kini kondisinya pulih.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyampaikan, “Yang terdampak itu ada sebanyak 1.285 jiwa. ISPA-nya yang kita tangani ada sekitar 398 jiwa seluruhnya sudah pulih,” katanya.
Meskipun warga sudah pulih, layanan kesehatan mobile tetap disiagakan untuk masyarakat yang sebelumnya terdampak asap di wilayah Kecamatan Rajeg dan sekitarnya.
Hendra menambahkan, “Kami juga tetap membuka posko keliling dari tiga puskesmas, terutama Puskesmas Rajeg. Berdasarkan data hari terakhir pada hari Minggu, angka ISPA akibat asap sudah nol atau tidak ditemukan lagi,” jelasnya.
Ia juga menyatakan tidak ditemukan kasus pneumonia berat karena penanganan cepat dan pemberian obat-obatan sehingga tidak berkembang menjadi radang paru yang memerlukan rujukan rumah sakit.
“Pneumonia tidak ada karena cepat kita tangani dan berikan obat, sehingga tidak sampai terjadi radang paru. Kalau sampai terjadi radang paru, mereka harus dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengumumkan masa status kedaruratan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, yang diberlakukan sejak Selasa (14/7) resmi berakhir karena api di area tersebut telah terkendali dan proses pemadaman berjalan efektif.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyatakan status kedaruratan akan segera dicabut secara resmi. Pemerintah daerah akan terus memperkuat upaya mitigasi dan pengkondisian lapangan untuk mencegah munculnya kembali titik api akibat cuaca ekstrem saat ini.
“Tetapi, dengan catatan mitigasinya terus dijalankan. Penyiraman, pembasahan, pendinginan di lokasi TPA Jatiwaringin terus dilakukan dan ini sudah disepakati bersama karena musim kemarau ini diprediksi kan panjang,” jelasnya.
Selain langkah pemadaman dan pendinginan, kesepakatan bersama antar kementerian dan lembaga yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) penanganan kebencanaan menyebutkan pihak terkait tengah menyiapkan empat langkah mitigasi selama masa transisi tersebut.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.