ACEH TAMIANG, KOMPAS.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan arahan kepada rombongan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Para praja ini ditugaskan dalam gelombang kedua untuk membantu pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Bima Arya menekankan pentingnya fokus pemulihan pada kawasan permukiman warga. Langkah ini merupakan kelanjutan dari penanganan area perkantoran pemerintah yang telah dilakukan pada gelombang sebelumnya.
“Namun demikian target operasi dari kalian berbeda. Bila adik-adik kalian [pada gelombang pertama] fokus pada kantor pemerintahan, kalian akan fokus kepada pemukiman-pemukiman,” ujar Bima Arya dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Bima Arya menjelaskan bahwa gelombang sebelumnya telah berhasil menuntaskan pemulihan fasilitas publik meskipun dalam kondisi keterbatasan air dan listrik. Kini, praja gelombang kedua diharapkan dapat melanjutkan pemulihan dengan menciptakan kondisi tempat tinggal yang lebih layak di kompleks pemerintahan yang telah dibersihkan.
Meskipun demikian, Bima Arya mengingatkan bahwa tugas ini bukan tanpa tantangan. Ia memperkirakan para praja akan menghadapi medan yang tidak kalah berat, bahkan mungkin lebih berat, karena interaksi yang lebih intensif dengan masyarakat di lapangan.
“Ini medannya tidak kalah berat, malah mungkin lebih berat karena di pemukiman warga dan juga berkomunikasi, berinteraksi dengan warga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bima Arya menegaskan bahwa penugasan ini merupakan momentum berharga bagi para praja untuk menguji solidaritas, kepemimpinan, dan inisiatif mereka dalam membantu masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama bertugas.
“Jaga nama baik Kemendagri, jaga nama baik IPDN dan sekali lagi jaga nama baik Kemendagri, jaga nama baik IPDN dan kalian adalah representasi dari negara,” pungkasnya, menekankan bahwa kehadiran mereka di lokasi bencana mencerminkan kehadiran negara.






