Partai Gerindra menggelar tasyakuran dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-18 yang dirayakan pada Jumat, 6 Februari 2026. Dalam perayaan tersebut, partai berlambang kepala garuda ini memberikan santunan kepada sekitar 400 anak yatim di Jakarta.
Santunan dan Pesan Harapan
Acara pemberian santunan berlangsung di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. Anak-anak yatim yang hadir menerima bingkisan yang berisi alat sekolah, alat makan, uang tunai, serta berbagai macam cemilan. Agenda ini turut dihadiri oleh Dewan Penasihat DPP Gerindra, Suhari.
Dalam sambutannya, Suhari menyampaikan harapannya agar santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat. “Kita akan memberikan sedikit santunan kepada anak yatim. Semoga apa yang disampaikan nanti dapat bermanfaat kepada anak-anak kita dan tetap terus semangat, rajin belajar, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa, pengganti kita semua yang ada di depan ini,” ujar Suhari.
Pesan Moral untuk Generasi Penerus
Lebih lanjut, Suhari berpesan kepada anak-anak penerima santunan agar menjauhi pengaruh negatif dan tetap menjaga semangat dalam menjalani hari. “Jangan ikuti arus yang tidak baik. Ingat-ingat itu. Mungkin anak-anak sering mendengar berita yang macam-macam, hilangkan. Kita punya saudara, kita punya orang tua, kita punya tetangga, berkomunikasi dengan baik,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya kekompakan dalam bergerak agar setiap tindakan membawa dampak positif. “Kita harus kompak supaya kita dapat bergerak dengan baik sehingga apa yang kita kerjakan berdampak,” tambahnya.
Tema HUT: Kompak, Bergerak, Berdampak
Suhari menjelaskan bahwa tema HUT Partai Gerindra kali ini adalah ‘Kompak, Bergerak, Berdampak’. Ia berharap agar masyarakat dapat bersatu dan tidak terkotak-kotak. “Kompak, kita harus bersatu, tidak boleh terpisah-pisah. Tidak ada saling iri di antara kita. Itu yang paling penting. Semua bersatu. Adik-adik juga begitu dengan kawannya, tidak ada saling bully-mem-bully, harus kompak,” tegasnya.
Ia melanjutkan, kekompakan akan memudahkan setiap gerakan dan memastikan tujuan tercapai secara positif. “Kalau sudah kompak, kita bergerak itu enak. Seiring sejalan, seirama, tidak ada macam-macam. Sehingga dengan demikian, apa yang kita tuju bisa berdampak positif. Tidak melenceng dari apa yang diinginkan oleh pendahulu-pendahulu kita,” pungkasnya.






