Berita7 — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman mendorong Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA). Peluncuran bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pesantren dan madrasah bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan dukungan untuk gerakan itu dan menekankan perlunya komitmen bersama dari penyelenggara pendidikan, pengelola pondok pesantren, madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Peluncuran Dan Target Gernas RANA
Gernas RANA diluncurkan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno. Kegiatan peluncuran berlangsung pada Minggu (12/7) di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok.
Gerakan ini menargetkan 42 ribu pondok pesantren dan 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia untuk menerapkan lima pilar utama: penguatan regulasi, pencegahan kekerasan, penyediaan sarana aman, layanan pengaduan berpihak korban, serta kolaborasi lintas sektor.
Pesan Lestari Moerdijat
Menurut Lestari Moerdijat, upaya percepatan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan harus menjadi pemahaman dan komitmen bersama para penyelenggara pendidikan, pengelola pondok pesantren dan madrasah, serta masyarakat.
“Sebuah gerakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman harus mendapat dukungan penuh dari pihak-pihak yang terkait, termasuk dari keluarga dan masyarakat,” kata Lestari dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai langkah antisipatif diperlukan mengingat tren kenaikan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya dengan sosialisasi antikekerasan.
Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu menekankan perlunya upaya aktif membangun sikap dan budaya toleransi di sekolah dan masyarakat, serta peran aktif masyarakat dan keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Data Kasus Kekerasan Di Lingkungan Pendidikan
Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, sepanjang 2025 terjadi 475 kasus kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan dengan korban mencapai 972 orang. Khusus di lingkungan pesantren, Komnas Perempuan menerima laporan 17 kasus sepanjang 2020-2024.
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat tren peningkatan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, yakni 15 kasus pada 2023, meningkat menjadi 36 kasus pada 2024, dan melonjak menjadi 60 kasus sepanjang 2025.
Harapan Dan Penilaian
Lestari mengapresiasi inisiatif pemerintah melalui Gernas RANA untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan bergantung pada komitmen kuat semua pihak untuk menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas utama.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.