Muncul seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026 yang rencananya akan digelar di Amerika Serikat. Wacana ini semakin menguat setelah salah satu wakil federasi sepak bola Jerman (DFB), Oke Gottlich, menyatakan dukungannya.
Ketegangan Geopolitik dan Imbasnya
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, termasuk isu penguasaan Greenland atas perintah Donald Trump dan campur tangan dalam urusan negara lain seperti Venezuela, menjadi latar belakang munculnya seruan boikot ini. Trump dikabarkan sempat mengancam negara-negara Uni Eropa dengan tarif dagang tinggi jika menentang kebijakannya, meskipun ancaman tersebut kemudian dibatalkan.
Situasi yang masih tegang ini memicu pertanyaan mengenai partisipasi dalam ajang olahraga internasional.
Dukungan Boikot dari Federasi Jerman
Oke Gottlich, yang juga menjabat sebagai presiden klub Bundesliga St Pauli, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap aksi boikot. “Saya bertanya-tanya, kapan waktu untuk membicarakan aksi boikot ini secara konkret?” ujarnya kepada surat kabar Hamburger Morgenpost. “Saya yakin, waktunya akan tiba,” tegasnya.
Gottlich mengingatkan bahwa Amerika Serikat sendiri pernah melakukan boikot terhadap Olimpiade 1980 di Moskow sebagai respons atas invasi Rusia ke Afghanistan setahun sebelumnya. “Apa pembenaran untuk boikot Olimpiade pada tahun 1980?” tanyanya retoris. “Menurut saya, potensi ancamannya sekarang lebih besar daripada saat itu. Kita semua perlu membahas ini,” tambahnya.
Dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, sebanyak 78 pertandingan dijadwalkan akan berlangsung di Amerika Serikat.






