Seorang pemuda menjadi sorotan di media sosial setelah menyebut bahwa kuliah merupakan sebuah scam atau penipuan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan agar persoalan ini tidak disederhanakan.
Dalam sebuah video yang beredar, pemuda tersebut berpendapat bahwa kuliah tidak harus selalu dilakukan di kampus, melainkan bisa belajar dari mana saja. Ia menyatakan, “Kuliah itu ini ya, kalau bisa dibilang scam, scam untuk yang kalau itu bukan emang spesialisasi gitu. Tapi, kalau misalnya kita emang pingin spesialisasi entah itu dokter yang hubungannya sama nyawa, ya emang itu benar-benar harus didalami ilmunya kan menurut saya itu masih butuh untuk kuliah.” Ia menambahkan, “Kuliah itu nggak harus kuliah di kampus, asal kita punya jiwa yang penasaran akan sesuatu, kritis, Insyallah kita mau kayak gimana malah tak jamin pasti lebih pintar.”
Menanggapi pandangan tersebut, Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa esensi perguruan tinggi tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menjelaskan, “‘Kuliah itu scam karena ilmu bisa didapat di mana saja’, saya kira itu pandangan yang terlalu menyederhanakan persoalan. Hari ini pengetahuan bisa diakses dari mana pun, tapi perguruan tinggi bukan sekadar tempat mencari informasi.”
Menurut Lalu Hadrian, kampus memiliki peran krusial sebagai tempat pembentukan nalar kritis, etika, serta pengembangan kompetensi spesialis yang terstruktur. Ia menekankan, “Kampus adalah ruang pembentukan nalar kritis, etika, jejaring, dan terutama kompetensi spesialis yang terstruktur dan teruji.”
Lebih lanjut, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan bahwa untuk bidang-bidang tertentu seperti kedokteran, teknik, pendidikan, hukum, riset, hingga kebijakan publik, pendidikan tinggi dengan kurikulum, dosen, dan standar akademik yang jelas tetaplah sangat vital. “Untuk bidang-bidang tertentu, kedokteran, teknik, pendidikan, hukum, riset, hingga kebijakan publik, pendidikan tinggi dengan kurikulum, dosen, dan standar akademik yang jelas tetap sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Lalu Hadrian menambahkan bahwa tujuan kuliah bukanlah sekadar mengejar gengsi gelar semata. Ia menekankan, “Jadi kuliah bukan soal gengsi gelar, tapi soal proses pendalaman keilmuan dan pengembangan diri secara sistematis agar anak muda siap berkontribusi nyata bagi bangsa.”






