Rute baru Transjabodetabek B51 yang menghubungkan Cawang, Jakarta Timur, dengan kawasan industri Jababeka, Cikarang, resmi beroperasi mulai hari ini, Kamis (12/2/2026). Layanan ini menyediakan 11 titik pemberhentian yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan luar Jakarta, bertujuan memperkuat konektivitas kawasan penyangga ibu kota.
Perkuat Konektivitas dan Urai Kepadatan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan upaya signifikan untuk meningkatkan pergerakan komuter dari dan menuju Cikarang, serta membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
“Hari ini secara resmi kita sudah membuka Transjabodetabek B51 dari Cawang ke Cikarang. Ini memberikan kontribusi signifikan untuk pergerakan dari Cikarang sampai Jakarta Timur,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Spesifikasi Rute B51
Rute B51 memiliki panjang lintasan sekitar 89,05 kilometer dengan estimasi waktu tempuh antara 105 hingga 108 menit. Layanan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, didukung oleh 14 armada bus low entry.
Jadwal keberangkatan bus ditetapkan dengan headway 10 menit saat jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk. Potensi pengguna rute ini diperkirakan mencapai 1.705 penumpang per hari.
Tarif dan Titik Pemberhentian
Tarif perjalanan untuk rute Transjabodetabek B51 dipatok sebesar Rp 3.500. Terdapat tarif promo sebesar Rp 2.000 yang berlaku khusus pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.
Berikut adalah daftar 11 titik pemberhentian rute Transjabodetabek B51 Cawang-Cikarang:
- Cawang Sentral Polypaint
- Cawang Sentral
- Pool Taksi Cawang
- Hollywood Junction
- Kedasih
- Kasuari
- Living Plaza Cikarang
- Boulevard Arcade
- Jalan Industri Raya 1
- Jalan Industri Raya 2
- Cafe Walk
Pengembangan Transportasi Terintegrasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan rute Transjabodetabek guna memperluas jangkauan layanan transportasi publik terintegrasi di kawasan Jabodetabek. Selain rute Cawang-Cikarang, pengembangan rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta juga ditargetkan selesai sebelum Lebaran.
“Nanti, kalau sudah ini, yang jelas target saya, saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan dan juga Transjakarta harus bisa sebelum Lebaran supaya membawa manfaat bagi masyarakat,” tambah Pramono.





