Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat khusus untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait kebisingan suara dari lapangan padel. Rapat ini bertujuan mencari solusi atas keresahan masyarakat dan mengevaluasi aturan operasional tempat olahraga agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Keluhan Warga di Berbagai Lokasi
Keluhan kebisingan lapangan padel datang dari berbagai wilayah di Jakarta. Salah satunya dari kawasan Haji Nawi, di mana warga bernama Naufal (27) mengaku telah berulang kali melaporkan masalah tersebut. Ia menyampaikan laporan melalui aplikasi JAKI sejak November 2025, bahkan hingga tiga kali seminggu pada Januari dan Februari 2026. Mediasi dengan pihak pengelola pada 31 Januari 2026 juga belum membuahkan hasil.
Naufal menjelaskan bahwa kebisingan terdengar dari pagi hingga malam hari, mengganggu ketenangan lingkungan rumahnya. “Aku mengharapkan suasana sebelumnya yang tenang di rumah kami kembali seperti sedia kala. Tanpa adanya terdengar suara teriakan dari orang yang bermain padel dan suara bunyi raket memukul bola,” ujarnya.
Keresahan serupa juga terjadi di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. Warga bernama Ratna mengungkapkan bahwa pembangunan lapangan padel dimulai pada Juni 2024. Awalnya warga tidak mengetahui tujuan pembangunan tersebut, dan baru menyadari saat pembukaan pada November 2024. Warga dan pengurus lingkungan merasa tidak pernah dimintai persetujuan pembangunan lapangan padel oleh pengelola.
Karena tidak mendapatkan kejelasan, warga mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin mendirikan bangunan. Ratna menyebutkan bahwa selama persidangan, terungkap bukti dari Pemerintah Kota (Pemkot) berupa Surat Peringatan (SP) satu, dua, tiga, hingga SP pembongkaran lapangan yang dikeluarkan Wali Kota pada Mei 2025, setelah operasional lapangan berjalan. Sejak 2024, lapangan padel tersebut kerap menimbulkan kebisingan dan membuat warga tidak nyaman. “Mobil banyak banget yang lewat gitu kan, mungkin ada kali sekitar 100 sampai 150 mobil yang lewat. Belum lagi kalau mereka antar-jemput, kan jadi dobel, bolak-balik gitu kan. Nah terus, ya, udah akhirnya warga merasa terganggu gara-gara juga ada turnamen, ramai banget,” ungkap Ratna.
Pramono Anung Terima Laporan Langsung
Gubernur Pramono Anung membenarkan telah menerima laporan keluhan warga dari berbagai lokasi, termasuk Haji Nawi, Cilandak, dan Pulomas. Ia prihatin mendengar adanya laporan warga yang merasa sangat terganggu, bahkan hingga mengganggu waktu istirahat anak-anak.
“Saya juga mendapatkan laporan berbagai tempat tentang padel ini yang mendapatkan keberatan dari masyarakat. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun nggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya juga nggak fair,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026).
Pramono menekankan pentingnya keseimbangan antara dukungan terhadap aktivitas olahraga dan kenyamanan warga. Ia berpendapat bahwa operasional lapangan padel hingga larut malam mungkin dapat ditoleransi di area komersial, namun berbeda jika berada di tengah permukiman padat penduduk.
“Kalau tempatnya di fasilitas komersial, menurut saya main sampai jam berapa pun nggak masalah. Tetapi kalau di tempat padat penduduk dan mengganggu penduduk, pasti mereka mainnya juga nggak nyaman,” ujarnya.
Rapat Khusus dan Kajian Mendalam
Menindaklanjuti persoalan ini, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat khusus yang melibatkan dinas-dinas terkait pada hari ini, Selasa (24/2/2026). Pembahasan akan mencakup aspek perizinan, tata ruang, hingga dampak lingkungan dari keberadaan lapangan padel.
“Kebetulan besok (hari ini) kita akan rapat khusus tentang trotoarnya. Saya ingin dengarkan lebih dahulu dari dinas terkait. Termasuk tentang padel besok dirapatkan,” kata Pramono di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2).
Pramono menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan didasarkan pada hasil pembahasan yang komprehensif. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap persoalan yang berdampak pada kenyamanan warga Jakarta. “Nanti kita dengarkan semuanya, baru kita putuskan langkah yang paling tepat,” pungkasnya.





