— Jakarta – Bau busuk yang menyengat kini menguar di kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akibat keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Tumpukan sampah tersebut bahkan telah meluber hingga ke Jalan Arteri Tanjung Barat, mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (25/7/2026), TPS liar itu berlokasi persis di sisi selatan Stasiun Pasar Minggu, hanya berjarak sekitar 20 meter dari kantong parkir stasiun dan perlintasan kereta api. Sampah yang menggunung di samping rel ini menimbulkan aroma tidak sedap yang tercium hingga radius 50 meter. Saat kereta melintas, bau tersebut ikut terbawa seiring arah laju kereta, dan semakin menyengat ketika angin bertiup.

Meskipun sampah sudah meluber ke jalan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut masih terus berlangsung. Sejumlah warga terlihat masih membuang sampah yang dibungkus kantong keresek, kebanyakan menggunakan kendaraan bermotor.

Kondisi diperparah dengan ruas Jalan Arteri Tanjung Barat yang juga dipenuhi gerobak dan lapak pedagang, menyebabkan jalanan semakin menyempit ke arah perlintasan kereta. Jarak TPS liar ini ke pemukiman warga sekitar 30 hingga 50 meter, berada tepat di seberang lokasi pembebasan lahan untuk jalan tembusan ke BIN.

Titin, Ketua RT 2/RW 9, mengungkapkan keluhan warga terkait bau sampah dan penyempitan jalan. “Sangat terganggu, apalagi sekarang tambah banyak itu. Dulu sedikit sekarang tambah kecil (jalanannya),” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun mobil truk pengangkut sampah telah rutin datang, tumpukan sampah seolah tak pernah habis karena terus menerus ada warga yang membuang sampah di sana. “Jadi kita apa ya, kayak udah nyerah aja lah tentang pembuangan sampah itu. Kita mengadu ke LH (Lingkungan Hidup) udah, LH sudah menyediakan truk setiap hari diangkut, terus ada beko juga. Tapi beko pergi, truk pergi, yang buang sampah non-stop 24 jam di situ, yang buang sampah ke situ lagi, ke situ lagi, lah terus gimana kita?” keluhnya.

Titin menjelaskan bahwa awalnya lokasi tersebut hanya diperuntukkan bagi warga RW 08. Namun, kini banyak warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di sana. “Itu sebenarnya, tempat pembuangan sampah itu khusus buat RW 08. Tapi kenyataannya tidak, karena yang buang sampah dari mana-mana ya kan, dari Condet, Kampung Jawa, RW 7, RW 6 bahkan ke situ juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Ya kalau yang kita lihat sih pakai motor, pakai helm, itu emang bukan orang kita. Berarti kan orang jauh-jauh kan? Sekitaran Condet, Condet banyak dah yang ke situ. Condet, RW 7 juga banyak tuh yang bawa gerobak, Kampung Jawa ke sini semua.”