Berita

TP PKK Pusat Salurkan Bantuan untuk 270 KK Korban Bencana di Aceh Timur

Advertisement

Aceh Timur – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, menyalurkan bantuan kepada 270 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana di Dusun Sarah Gala, Desa Sara Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (24/1/2026). Kunjungan ini didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Aceh, Marlina Muzakir Manaf, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Bantuan yang diserahkan meliputi 270 buah perlengkapan ibadah, 208 paket perlengkapan sekolah, 270 unit kompor satu tungku, 50 dus minyak goreng, 250 set ember dan gayung, serta 15 dus sabun mandi. Selain itu, turut diberikan 20 dus sabun cuci, 250 unit kasur, 150 paket makanan anak-anak, 1.000 masker, dan 100 tumbler.

Tidak hanya berupa barang, TP PKK Pusat juga memberikan bantuan uang tunai kepada para korban. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tim Penggerak PKK yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, sebelumnya telah meninjau lokasi bencana pada hari Jumat (23/1/2026).

Bantuan dari Satgas tersebut mencakup bahan makanan, masker, matras, perlengkapan alat salat, pakaian, gerobak dorong, cangkul, sekop, perlengkapan kebersihan, dan air mineral. Bantuan ini diserahkan untuk meringankan beban para korban yang rumah dan fasilitasnya rusak akibat bencana.

Advertisement

“Alhamdulillah kami hari ini sebagai (bagian dari) program Tim Penggerak PKK membawa juga bantuan kepada Bapak-Bapak-Ibu semua. Dan mudah-mudahan bermanfaat,” ujar Tri dalam keterangannya pada Minggu (25/1/2026).

Saat mengunjungi tenda pengungsi, Tri Tito Karnavian berdialog langsung dengan masyarakat setempat dan memberikan dukungan semangat. Ia berharap kondisi di Aceh Timur dapat segera pulih sepenuhnya. Tri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama memisahkan tempat bagi balita dan bayi agar tetap steril dan sehat untuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk memulihkan fasilitas pascabencana. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat segera kembali beraktivitas seperti sedia kala. “Dan tolong anak-anak juga dijaga, karena penyakit ISPA menunggu kita, kalau kita tidak menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Advertisement