Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ditugaskan Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah awal Tito adalah memetakan berbagai persoalan penanganan bencana di ketiga provinsi tersebut.
Pemetaan situasi ini dilakukan melalui pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Jumat (9/1/2025).
“Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” ujar Tito dalam keterangan tertulis.
Tito memaparkan bahwa sebanyak 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak bencana. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan tanggap darurat, termasuk membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan konsolidasi dan pemantauan lapangan, sebagian besar dari 52 kabupaten/kota terdampak menunjukkan kemajuan signifikan. Pemulihan ditandai dengan berfungsinya roda pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas jalan utama, kembalinya layanan dasar, dan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, Tito menyadari masih ada sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Di Provinsi Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, di mana beberapa wilayah tertentu tetap mendapat perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana.
Pemerintah terus memastikan pemulihan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan. Hampir seluruh ruas jalan nasional di ketiga provinsi tersebut telah kembali terhubung. Perbaikan jalan non-nasional terus dikerjakan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Tito juga memaparkan progres pendataan rumah rusak. Pemerintah berupaya mempercepat pendataan dan validasi agar bantuan kepada masyarakat terdampak segera tersalurkan, sekaligus mengurangi jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda.
Untuk mempercepat pemulihan di tingkat lapangan, Tito mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mahasiswa sekolah kedinasan untuk membantu pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum. Pihaknya juga akan membentuk dua posko utama pemulihan bencana di Jakarta dan Banda Aceh sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi.
“Posko ini akan diawasi 24 jam oleh tim yang kita bentuk untuk menampung informasi-informasi dari Kementerian/Lembaga maupun dari daerah-daerah,” pungkasnya.






