Berita

Tito Karnavian Makan Bersama Pengungsi Aceh Utara, Pantau Kemajuan Penanganan Bencana

Advertisement

Aceh Utara, 24 Januari 2026 – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Dalam kunjungannya pada Kamis (22/1) lalu, Tito turut bersantap siang bersama para pengungsi di dalam tenda di Dusun Seulemak, Kecamatan Langkahan. Ia juga menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan perlengkapan tidur kepada warga yang terdampak.

Dusun Seulemak merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir tahun lalu. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak berat bahkan hilang tersapu arus banjir. Meski demikian, Tito mengapresiasi kemajuan penanganan pascabencana di wilayah tersebut, terutama terbukanya akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal.

“Di Aceh Utara ini terutama kita lihat Langkahan ini sudah yang kedua kali saya datang, ini [dulu saya lihat] masih banyak bekas-bekas lumpur. Tapi (sekarang) saya lihat ada kemajuan dibanding saya datang pertama, jalannya, jalan-jalan aksesnya sudah terbuka, tadinya lumpur semua,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026).

Percepatan Pembangunan Hunian Sementara dan Bantuan Sewa

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa percepatan penanganan yang krusial saat ini adalah pembangunan hunian sementara (huntara) untuk menampung para pengungsi agar tidak lagi tinggal di tenda. Bagi pengungsi yang tidak bersedia menempati huntara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH) senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, atau total Rp 1,8 juta, untuk biaya sewa rumah atau menumpang di keluarga.

Bantuan DTH ini dapat dikombinasikan dengan skema bantuan dari Kementerian Sosial, yaitu uang lauk-pauk sebesar Rp 15 ribu per individu per hari. “Jadi kalau dia kontrak Rp 1,8 (juta) tiga bulan, setiap hari juga dapat makan. Uang makan Rp 15 ribu per orang per hari. Kalau 4 orang, berarti Rp 60 ribu,” jelasnya.

Advertisement

Pendataan Terdampak Menjadi Kunci

Tito menekankan pentingnya pendataan yang akurat terhadap masyarakat terdampak, termasuk tingkat kerusakan rumah, baik ringan, sedang, maupun berat. Ia meminta agar Bupati segera mengumpulkan para keuchik (kepala desa) dan camat untuk melakukan pendataan yang cermat.

“Ini juga saya minta kepada Pak Bupati segera kumpulkan para keuchik (kepala desa), segera kumpulkan para camat untuk (masyarakat terdampak) didata. Jangan sampai (bantuan tersebut) salah sasaran. Betul-betul kepada masyarakat yang terdampak. Ini uang negara,” tegas Tito menutup pernyataannya.

Kunjungan ke Aceh Utara merupakan bagian dari rangkaian agenda Tito ke daerah-daerah yang dilanda bencana. Sehari sebelumnya, ia telah mengunjungi Pidie Jaya dan Bireuen.

Advertisement