— Kekeringan melanda Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Penurunan curah hujan yang signifikan diduga akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang mengurangi pasokan air di wilayah itu.

Akibat berkurangnya sumber mata air, ratusan warga di tiga kampung harus mencari alternatif air bersih dan sebagian bahkan membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kekeringan dimulai dengan berkurangnya curah hujan secara drastis di wilayah Desa Bantarsari akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Jumat (10/7/2026).

Jumlah Warga Terdampak

BPBD mencatat dampak tersebar di tiga kampung. Di Kampung Babakan Kondang, 706 warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kampung Gunung Bubut terdampak 261 warga, dan di Kampung Gunung Leutik sebanyak 690 warga terdampak.

“Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut,” ujar M Adam Hamdani.

Bantuan Darurat

Sebagai penanganan sementara, BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih. Petugas mengirimkan total 10 ribu liter air yang telah didistribusikan kepada warga pada hari sebelumnya.

“Untuk hari ini pasokan air bersih sudah didistribusikan kepada warga. Total volume pengiriman air bersih 10 ribu liter,” tambah M Adam Hamdani.

Warga setempat masih mengandalkan sumber air alternatif dan pembelian air dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan harian hingga pasokan tercukupi.