Berita

Tetangga Ungkap Pertemuan Terakhir dengan Sekeluarga yang Ditemukan Tewas di Tanjung Priok

Advertisement

Jakarta – Sebuah tragedi menyelimuti kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di dalam rumah mereka. Korban diketahui bernama Siti Solihah (50) beserta dua anaknya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara itu, anak ketiga Siti, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan selamat dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Bagas, tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban, menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Afiah. Ia mengaku sempat berpapasan dengan Afiah pada Kamis (1/1) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Pertemuan singkat itu terjadi saat Bagas selesai mengantar tukang urut ke rumah korban.

Pertemuan Singkat di Malam Hari

“Iya tanggal 1 (Januari) malam-malam tuh. Kebetulan aku kan habis nganterin tukang ngurut. Biasa, keluarga kan ada biasa ngurut, terus keluarga, jadinya ya udah, habis antar tukang ngurut, aku main. Terus ketemu nggak sengaja di jalan, aku panggil ‘kak’. Udah, sampai situ doang sih,” ujar Bagas saat ditemui di rumahnya, Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Bagas menjelaskan bahwa interaksi mereka hanya sebatas sapaan singkat. Ia tidak merasa ada percakapan mendalam yang terjadi.

“Dibilang interaksi sih aku nggak bisa bilang interaksi ya. Paling cuma say hello aja. Karena menurut aku, kalau interaksi itu kita ngobrol panjang gitu. Ini cuma yang bener-bener say hello kayak, ‘kak’, iya gitu. Nggak sih, nggak nanya ke mana, cuma ‘kak’ gitu. Kayak tegur sapa aja,” tuturnya.

Ia juga sempat melihat Afiah pada malam tahun baru, Kamis (1/1). Saat itu, Afiah terlihat membuka pagar rumahnya ketika Bagas sedang melakukan bakar-bakaran. Namun, interaksi mereka tetap sebatas sapaan.

Advertisement

Proses Autopsi dan Penyelidikan

Jenazah ketiga korban telah dimakamkan pada Sabtu (3/1) di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, mengonfirmasi bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan ke keluarganya,” ujar Brigjen dr Prima Heru saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/1).

Pihak kepolisian masih menunggu hasil tes toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban. Tes ini penting untuk mengkonfirmasi apakah kematian mereka disebabkan oleh racun atau faktor lain.

“Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,” terang Prima.

Advertisement