Jakarta – Pihak pemilik tembok telah membangun pagar sementara di SMPN 182 Jakarta, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Pembangunan pagar ini dilakukan demi menjamin keamanan siswa dan guru pasca-robohnya tembok milik warga pada pekan lalu.
“Sudah dibuatkan pagar sementara demi keamanan anak-anak dan demi keamanan yang mengerjakan lagi,” kata pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 182 Jakarta, Narwan, dilansir Antara, Senin (23/2/2026).
Narwan menjelaskan bahwa pembangunan pagar tersebut berjalan lancar, mulai dari pembersihan puing hingga perobohan sisa tembok yang masih berdiri oleh pemiliknya. Selain itu, tanggul di sungai yang membatasi SMPN 182 dengan sebuah klinik kecantikan setempat juga tengah dalam perbaikan.
“Alhamdulillah, untuk update-nya, sampai sehari ini, apa yang kita harapkan semua sudah berjalan dengan baik, dimulai dari pembersihan puing-puing dan lain-lain,” ujar Narwan.
Saat ini, siswa dan guru diimbau untuk tidak merasa khawatir saat beraktivitas di lingkungan sekolah. Narwan menambahkan bahwa proses mediasi dengan pihak klinik kecantikan juga berjalan baik, dengan kesepakatan untuk mengembalikan kondisi aset seperti semula.
“Hari ini, anak-anak masuk setelah libur selama satu minggu, semuanya berjalan lancar. Akses masuk ke sekolah tidak ada kendala, di ruang kelas-kelas juga tidak ada kendala,” tutur Narwan.
Selain perbaikan pagar, area sekolah juga akan dilengkapi dengan taman, ruang piket, dan wastafel. Namun, pihak SMPN 182 Jakarta belum dapat memastikan kapan seluruh perbaikan akan selesai, mengingat adanya faktor cuaca dan kendala lainnya.
“Yang penting, ada kesanggupan, itu sudah suatu hal positif,” ucap Narwan.
Perbaikan prasarana di SMPN 182 ini ditargetkan selesai pada hari ini, setelah sebelumnya terdampak robohnya pagar tembok di samping sekolah pada Minggu (15/2).
Sebelumnya, insiden robohnya pagar tembok yang memanjang ke area SMPN 182 terjadi pada Minggu (15/2) siang. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan bahwa robohnya tembok tersebut disebabkan oleh struktur tanah yang labil.
“Karena struktur tanahnya labil atau tanah urukan, sehingga menyebabkan tembok roboh,” kata Isnawa Adji, dilansir Antara, Senin (16/2).
Akibat kejadian ini, saluran air sempat mengalami kemampetan. Namun, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan.





